PENYEMBUHAN TANPA OBAT
Obat adalah suatu bahan yang digunakan untuk mengurangi, menghilangkan
penyakit atau menyembuhkan seseorang dari penyakit. Pengobatan sudah
dikenal sejak jaman dahulu, bahkan para nabi pun mempunyai cara-cara
tersendiri dalam hal pengobatan.
Penyembuhan seseorang dari sakit adalah mutlak kekuasaan Allah, bukan
kekuasaan manusia. Karena penyakit datang dari Allah, pasti Allah akan
menurunkan obatnya. Rasulullah bersabda,
إِ نَ اللهَ لَمْ يُنْزِ لْ دَ ا ءً إ لأَ أَنزَ لَ لَهُ شِفَا ءً فَتَدَ ا وَ واْ
Allah tidak akan menurunkan penyakit, kecuali menurunkan obatnya, maka berobatlah. [HR Ibnu Majah].
Seseorang yang memberikan obat, baik obat-obatan moderen, tradisional,
pengobatan cara Nabi, atau pengobatan alternatif yang lainnya, merupakan
perantara-perantara kesembuhan dari Allah.
وَإِذَامَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku. [Asy Syu’ara: 80].
Ketika mencari pengobatan alternatif, jangan sampai seseorang terjerumus
kepada kemaksiatan, kesyirikan. Tetapi yang harus dibenarkan oleh
syari’at Islam.
إِ نَ اللهَ لَمْ يَجْعَلْ شِفَا ءَ كُمْ فِيْمَا حَرَّ مَ عَلَيْكُمْ
Sesungguhnya, Allah tidak menjadikan obatnya di segala yang diharamkan terhadap kalian. [HR. Thabrani].
Penyembuhan tanpa obat, maksudnya ialah penyembuhan tanpa obat kimiawi
maupun obat-obatan moderen. Melainkan dengan pengobatan alternatif, yang
bisa diterima ajaran Islam. Atau dengan kata lain, bisa disembuhkan
tanpa menggunakan obat-obatan moderen yang berkembang dalam bidang
medis.
PERTAHANAN ALAMIAH JAUH LEBIH PENTING DARIPADA OBAT-OBATAN
Pada beberapa penyakit, terkadang tidak memerlukan obat-obatan. Dengan
kata lain, bisa disembuhkan tanpa menggunakan obat-obatan. Karena
sebenarnya, tubuh manusia mempunyai antibodi atau pertahanan sendiri
untuk melawan suatu penyakit. Biasanya pertahanan tubuh ini lebih baik
daripada menggunakan obat-obatan. Beberapa penyakit yang sembuh dengan
sendirinya, misalnya: influensa (selesma) dan masuk angin.
Untuk membantu tubuh untuk memerangi, melawan dan mengatasi suatu
penyakit, harus diutamakan dan diperhatikan tiga hal. Yaitu: menjaga
kebersihan diri, banyak istirahat dan makan minum yang baik.
Bahkan pada penyakit parah, yang sangat memerlukan obat-obatan; tubuh
sendirilah yang harus mengatasi penyakit tersebut. Obat-obatan hanya
membantunya. Kebersihan diri, istirahat yang cukup dan makan minum yang
baik, tetaplah menjadi prioritas utama. Sebagian dari cara-cara
kesehatan, tidak dan tidak boleh tergantung kepada penggunaan obat.
Sekalipun kita tinggal di daerah yang tidak ada obat-obatan moderen,
banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengobati beragam
penyakit yang umum dijumpai.
PENYEMBUHAN DENGAN AIR[1]
Kita dapat hidup tanpa obat-obatan. Akan tetapi, tidak seorang pun yang
bisa hidup tanpa air. Karena lebih dari setengah (57 %) tubuh kita
berupa air. Apabila semua orang dapat menggunakan air dengan
sebaik-baiknya, maka jumlah penyakit dan kematian -terutama anak-anak-
mungkin dapat dihindari. Insya Allah.
Sebagai contoh, penggunaan air merupakan dasar, baik dalam pencegahan
maupun dalam pengobatan mencret (diare). Di banyak daerah, diare
merupakan penyebab paling umum dari kematian anak-anak balita. Air yang
tercemar dan kotor sering menjadi penyebab dari penyakit tesebut.
Satu hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan diare, ialah merebus
air sebelum dikonsumsi, diminum atau sebelum diolah dengan makanan.
Tindakan ini sangat penting, terutama untuk bayi. Botol susu dan
peralatan bayi, sebaiknya direbus terlebih dadulu sebelum digunakan.
Mencuci tangan dengan air sabun setelah buang air besar, buang air
kecil, sebelum makan dan sebelum memegang makanan, perlu dipentingkan
juga.
Penyembuhan dengan air diperlukan sekali bagi anak yang menderita
dehidrasi atau kekurangan cairan akibat diare. Dengan memberikan banyak
air madu atau air garam kepada anak yang diare, maka dehidrasi insya
Allah dapat dicegah, diperbaiki dan disembuhkan
Terapi air, juga bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Bahkan minum air
sebanyak-banyaknya pada pagi hari sangat baik untuk kesehatan.
Sebanyak-banyaknya di sini maksudnya janganlah berlebih-lebihan. Karena
lambung harus mampu menerimanya. Rasulullah juga mengisaratkan, bahwa
lambung dibagi menjadi tiga bagian, sepertiga untuk makanan, sepertiga
untuk udara dan sepertiga untuk minuman.
CONTOH PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN DENGAN AIR[2]
PENCEGAHAN PENYAKIT
1. Mencret, cacingan, infeksi saluran usus : Rebuslah air, minum dan jangan lupa cuci tangan
2. Infeksi kulit : Sering mandi
3. Luka yang dapat mengalami infeksi, tetanus : Cuci luka sebaik-baiknya dengan sabun dan air
PENGOBATAN PENYAKIT
1. Mencret, kehilangan cairan dalam tubuh : Minum banyak air
2. Penyakit dengan panas : Minum banyak air
3. Panas yang tinggi : Usaplah tubuh dengan air dingin
4. Infeksi saluran kencing yang ringan (sering terjadi pada wanita) : Minum air yang banyak
5. Batuk, asma, radang pada tenggorok (bronchithis), radang paru-paru
(pneumonia), batuk rejan : Minum air yang banyak dan hiruplah uap air
panas untuk mencairkan lendir (kadang diperlukan obat-obatan tertentu
khusus untuk peyakit ini)
6. Luka-luka borok, impetigo, kurap pada kulit kepala, jerawat : Bersihkan dengan sabun dan air
7. Luka-luka infeksi, kantong bernanah (abses, bisul) : Kompres dengan air hangat
8. Sendi dan otot kaku : Kompres dengan air hangat
9. Rasa gatal, terbakar atau rangsangan kulit : Kompres dengan air dingin
10. Luka bakar yang ringan : Rendam dalam air dingin
11. Sakit leher atau peradangan tonsil (tonsilitas) : Kumur air garam hangat
12. Asam, basa, kotoran, debu, atau bahan-bahan yang merangsang mata : Segera mata disiram dengan air dingin
13. Hidung yang tersumbat : Menghirup uap air/air garam
Apabila penyembuhan alternatif dengan air tidak bisa menyembuhkan
penyakit, segeralah hubungi tenaga kesehatan yang ahli dibidangnya.
PENYEMBUHAN DENGAN PRODUK LEBAH
Dalam Al Qur’an Allah Azza wa Jalla telah berfirman tentang khasiat lebah.
وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ
بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ
الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا
شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي
ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya: Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah,"Buatlah sarang-sarang di
bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin
manusia,” Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan
tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah
itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya
terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi
orang-orang yang memikirkan. [An Nahl :68,69].
Termuat dalam Shahih Al Bukhari, dari Sa’id Ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas
dari Nabi, Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَأَنْهَى أُمَّتِي عَنِ الْكَيِّ
Kesembuhan ada dalam tiga perkara; meminum madu, berbekam dengan gelas
dan bakaran api. Tetapi aku melarang umatku melakukan pembakaran dengan
besi.”
Madu adalah cairan manis yang tersimpan dalam sel-sel sarang lebah yang melalui pengambilan nektar tanaman oleh lebah madu.
Sejak dahulu, madu telah dijadikan diet khusus untuk vitalitas,
kosmetika dan kesehatan secara umum. Tercatat pada zaman kerajaan,
seperti: Yunani, China, dan Mesir. ada kajian moderen, ternyata madu
mempunyai khasiat membunuh bakteri dan cendawan. Pada kajian klinis,
telah membantu penyembuhan kulit terbakar, kulit luka, lambung dan
gastroteritis. Madu dapat menghentikan pertumbuhan bakteri, karena
kandungan gulanya yang tinggi. Komponen anti bakteri lainnya yaitu
hidrogen prioksida yang terbentuk dari aktifitas enzim glukos oksidase.
Meskipun kedua hal tersebut ditiadakan, ternyata madu masih mengandung
anti bakteri. Aktifitas anti bakteri ini sangat menentukan madu sebagai
makanan kesehatan. Karena madu mampu menekan kemungkinan timbulnya
penyakit yang berhubungan dengan bakteri dan cendawan. Madu dengan
kandungan gula sederhana, baik bagi kebutuhan vitalitas tubuh. Dengan
tambahan sifat fisik madu, madu sangat disarankan untuk perawatan kulit
dalam menu kosmetika keluarga.
Madu merupakan salah satu jenis makanan dengan kandungan nutrisi yang
sangat baik. Komponen yang menyusun madu ialah 20 % air, 38% fruktosa,
30 % glukosa, 1% sukrosa, 70 % maltosa, gula lain 1 %, asam bebas 0,4 %,
total asam 0,6 %, laktosi 0,1 %, abu 0,2 % dan nitrogen 0,04 %.
Kandungan mineral antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi,
tembaga, mangan, klor, pospor, sulfur dan silikon. Kandungan enzim pada
madu berupa invertase, glikooksidase, diastase, sedikit katalase, asam
porpatase. Vitamin yang terkandung dalam madu meliputi: B1, B2. B3, B4,
B5, B6 dan C. Sifat fisik madu yang menguntungkan antara lain
higroskopisitas dan uskositas. Sering mungkin minum madu memberikan efek
yang mengagumkan secara medis.
Selain madu dari lebah yang merupakan ciptaan Allah, juga terdapat bahan
yang disebut Royal Jely. Adalah subtansi menyerupai jeli (milk) yang
disekresikan oleh lebah pekerja muda, lewat kelenjar hipotaring sebagai
makanan khusus bagi larva calon ratu dan larva muda calon pekerja.
Royal Jely dikenal sebagai bahan katalis, yaitu bahan penyeimbang dalam
sistem metabolisme. Sehingga Royal Jely sering diindikasikan sebagai
makanan yang berfungsi untuk stimulan yang membangkitkan selera,
pengendali bobot tubuh, bantuan pada efisiensi pencernakan, anti
depresan, stimulan sekresi kelenjar, penyelaras metabolisme, antibiotik,
meningkatkan kekebalan melawan penyakit, menormalisasi fungsi seksual,
dan pemacu jaringan tubuh untuk menjadi sehat. Beberapa catatan kasus
kesehatan yang berhasil diatasi dengan mengkonsumsi Royal Jely antara
lain, ialah: alergi, angina (jantung), anoreksia, kegelisahan, asma,
rambut rontok, jerawat, sesak nafas, bronkitis, kanker, masuk angin,
sembelit, jantung koroner, kejang, sintetis, kelelahan, depresi,
dermatitis, nyeri haid, dyspepsia, aksim, demam, sakit kepala, herpes,
impotensi, insomnia, mual, nyeri, malmetisi. Fungsi lain dari Royal Jely
adalah merawat kecantikan dan meningkatkan pretensi kecerdasan.
Dua pertiga bagian Royal Jely berupa air, dan sepertiga berupa padatan
yang terdiri dari: protein, gula sedikit lemak, abu dan bahan yang belum
terindentifikasi. Komponen nutrisi dominan dalam Royal Jely berupa
protein (38%). Tersusun dari 30 asam amino (15 protein esensial) yang
berguna dalam perawatan dan pembentukan jaringan serta fungsi
reproduksi. Komponen nutrisi gula sebanyak 33 % yang berupa fruktosa dan
glukosa. Komponen lemak sebanyak 9 % (berbeda dengan lemak hewani dan
nabati) yang berguna dalam aspek biologis Royal Jely, seperti proses
anti bakteri, anti tumor, antioksidasi (anti radikal bebas), pemurnian
kolesterol dan triglesida dalam darah dan perbaikan jaringan. Komponen
nutrisi mineral sebanyak 3 % yang didominasi oleh kalium dan disertai
mineral lainnya yaitu magnesium, kalium, natrium, kalsium, seng, besi,
tembaga, mangan. Vitamin yang terkandung adalah B1, B2. B3, B4, B5, B6,
B7, B8, B9, B12, A, D, K dan C. Komponen lainnya yang belum
teridentifikasi sebanyak 11% yang dinamakan bahan R dan diduga dapat
memberikan sumbangan terhadap Royal Jely.
PENYEMBUHAN DENGAN AL HABBATUS SAUDA
Dalam Shahihain dari hadits Abu Salamah, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
عَلَيْكُمْ بَهذ ه الحَبَّةَ السَّود ا ء فإ نَّ فيها شِفَا ء لكلَّ د ا ءٍ إ لا السَّام ,, السَّام : المو ت
Gunakanlah biji hitam ini, karena di dalamnya terdapat obat dari segala penyakit kecuali racun, racun itu adalah kematian.
Biji hitam itu memang banyak sekali manfaatnya. Ucapan Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam, obat dari segala macam penyakit; seperti halnya
firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al Ahqaf :25
تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لَا يُرَىٰ إِلَّا
مَسَاكِنُهُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ
Artinya:Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Rabbnya, maka
jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas)
tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang
berdosa.
Maksudnya ialah segala sesuatu yang dapat dihancurkan dan yang serupa dengannya.
PENYEMBUHAN DENGAN BERBEKAM
Sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa berbekam termasuk sunnah Rasulullah.
Berbekam (hijamah) ialah mengeluarkan darah dari badan seseorang dengan
menelungkupkan mangkuk panas di kulit, sehingga kulit menjadi bengkak,
kemudian digores dengan benda tajam, supaya darahnya keluar.
Sangat perlu diperhatikan dalam berbekam ialah peralatan yang digunakan
haruslah dalam keadaan suci hama (steril), sehingga tidak menimbulkan
penyakit (infeksi sekunder).
Berikut ini contoh bagian tubuh yang dibekam, diambil dari kitab At Tibbun Nabawi karangan Ibnul Qayyim.
• Pembekaman di bagian atas punggung, bermanfaat terhadap nyeri pundak dan kerongkongan.
• Berbekam di urat lengan, bermanfaat terhadap penyakit–penyakit kepala
dan bagian-bagiannya, seperti: wajah, gigi, telinga, mata, hidung dan
tenggorokan, Hal demikian itu dikarenakan banyaknya darah, atau rusaknya
darah, atau karena kedua-duanya.
• Anas Radhiyallahu 'anhu menyatakan,”Adalah Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam melakukan berbekam di urat Beliau dan di bagian atas
punggung Beliau (punuk).”
• Termuat di dalam Shahihain, darinya,”Adalah Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam berbekam dengan tiga bekaman. Satu di punuk dan dua di
urat lengan Beliau.”
• Termuat di dalam Shahihain, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
berbekam pada kepala Beliau, ketiak Beliau dalam keadaan ihram. Yaitu
untuk menghilangkan pening yang ada di kepala Beliau.”
• Termuat di dalam Sunan Ibnu Majah, dari Ali,”Jibril menginspirasikan
kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk berbekam di kedua urat,
lengan dan punuk.”
• Termuat di dalam Sunan Abu Dawud, dari hadits Jabir, bahwa Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam berbekam di pinggul Beliau untuk
menghilangkan kelesuan yang dideritanya.”
PENYEMBUHAN DENGAN BAHAN-BAHAN TRADISIONAL
Pengalaman membuktikan, bahwa obat-obat tradisional banyak manfaatnya
bagi kesehatan. Bahkan sekarang perusahaan-perusahaan farmasi sudah
mulai menggunakan bahan-bahan tradisional dalam campuran obat yang
dihasilkannya.
Bahan-bahan tradisional memang sudah turun-temurun digunakan oleh
masyarakat dan biasa dimanfaatkan dalam kehidupan rumah tangga. Misalnya
kunyit, temulawak, daun sirih, kayu manis, cengkeh, buah mengkudu dan
lain sebagainya. Bahan-bahan seperti ini mudah ditanam sebagai tanaman
obat keluarga (TOGA) yang memang dipersiapkan untuk anggota keluarga.
PENYEMBUHAN DENGAN DO’A
Manusia yang ditakdirkan sakit memang wajib berikhtiar mencari
kesembuhan, baik dengan obat-obatan moderen maupun alamiah. Selain itu
harus disadari, bahwa pengobatan paling hakiki ialah memohon langsung
kepada Allah dengan do’a disertai tawakal atau berserah diri. Allah
Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ
يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya: Dan Rabbmu berfirman, "Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan
Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri
dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."
[Al Mu’min:60]
Juga firmanNya ketika mengisahkan permohonan Nabi Ayyub Alaihissallam untuk disembuhkan dari penyakitnya.
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ
أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِن
ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ
عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ
Artinya : Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya,"(Ya
Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang
Maha Penyayang di antara semua penyayang." Maka Kamipun memperkenankan
seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami
kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan
mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan
bagi semua yang menyembah Allah. [Al Anbiya:83,84]
Dalam hadits juga banyak diriwayatkan doa-doa yang diajarkan Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika kita sakit, diantaranya,
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ الثَّقَفِيِّ أَنَّهُ شَكَا إِلَى
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَعًا يَجِدُهُ فِي
جَسَدِهِ مُنْذُ أَسْلَمَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ
وَقُلْ بِاسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ
وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
Dari Utsman bin Abi Al ‘Ash Ats Tsaqafi, bahwasanya dia mengadu kepada
Rasulullah tentang rasa sakit yang ia derita pada badannya semenjak ia
masuk Islam, maka Rasulullah berkata kapadanya,”Letakkanlah tanganmu
pada bagian yang sakit dan bacalah bismillah tiga kali dan bacalah tujuh
kali,’Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan sesuatu yang aku
jumpai dan aku takuti’.” [HR Muslim 4/1728].
عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعَوِّذُ بَعْضَ أَهْلِهِ يَمْسَحُ بِيَدِهِ
الْيُمْنَى وَيَقُولُ اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ اشْفِهِ
وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ
سَقَمًا
Dari Aisyah, bahwasanya Nabi memohon perlindungan bagi keluarganya,
Beliau mengusap dengan tangan kanannya dan berdoa,”Ya Allah Rabb
Pemelihara manusia, hilangkanlah deritanya, sembuhkanlah. Engkaulah Dzat
Yang mampu menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan
dariMu semata, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”
[Muttaffaqun ‘alaihi].
Apabila sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh atau hidup, Rasulullah n
juga mengajarkan kepada kita untuk selalu berdo’a dan berdo’a.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْ حَمْنِيْ وَألْحِقْنِي بِا لرَّ فِيْقِ الأَعلى
Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku, dan pertemukan aku
dengan Engkau, Kekasih Yang Maha Tinggi.” [HR Al Bukhari 7/10, Muslim
4/1893].
PENUTUP
Penyembuhan tanpa obat merupakan pengobatan alternatif yang tidak
menggunakan obat-obat moderen atau obat-obatan yang tidak mengandung
bahan kimiawi. Bisa juga disebut penyembuhan tanpa obat didasarkan pada
pengobatan alamiah dan pengobatan ilahiah.
Penyembuhan tanpa obat, tidak dengan pergi ke orang pintar (dukun),
menggunakan mantra, jampi, pengobatan alternatif dengan menggunakan
tenaga paranormal (supranatural), ataupun sarana lainnya yang menjurus
kepada kesyirikan. Hal tersebut dilarang dan diharamkan.
Ibnul Qayyim Al Jauziah dalam kitab At Tibbun Nabawi menyebutkan, bahwa
pengobatan Nabi terhadap penyakit, ada tiga macam. Yaitu: dengan
obat-obatan alami, obat-obatan Ilahi dan dengan gabungan dari keduanya.
Meskipun pengobatan alamiah tersebut menurut pengalaman sudah banyak
manfaatnya, tetapi sebaiknya memang diperlukan penelitian-penelitian
lebih lanjut supaya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, sehingga
dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. (dr. Ira)
Maraji :
- Al Quran nul Karim.
- Ibnul Qayyim Al Jauziyah. 1997. Pengobatan Cara Nabi, Pustaka, Bandung.
- Hishnul Muslim
- Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al Jarullah, 1997. Hukum Orang Sakit dan Adabnya. Pustaka Mantiq, Bandung.
- David Werner,. 2000. Apa Yang Anda Kerjakan Bila Tidak Ada Dokter. Yayasan Essentia Medica, Yogyakarta.
- Madu, Royal Jelly Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Tanpa Tahun. Pusat Perlebahan Nasional
- Kumpulan Do’a Dalam Al Qur’an Dan Al Hadits, Said bin Ali bin Wahf Al Qathani, Darul Haq, Jakarta.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun VII/1420H/1999M
Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.
8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]
_______


