KEMBANG SAKURA DALAM PIGURA















» Pertama, Pemimpin Itu Tidak Menjalankan Amanah
Para pemimpin itu terlena dengan jabatan sesaatnya. Mereka tidak menunaikan amanah itu karena mereka lupa akan hakikat kepentingan yang sesungguhnya, atau karena terpengaruh dengan kemewahan duniawi sampai melengahkan tugas-tugas kepemimpinannya. Akibat lalai dan terpengaruh duniawi, amanah kepemimpinan tak dilaksanakan dan kepemimpinan hanya dijadikan alat untuk mencari keuntungan dan kekayaan duniawi pribadi, keluarga dan kelompoknya.

Tak heran pemimpin seperti ini demen korupsi. Sikap dan perilaku pemimpin seperti ini yang banyak melahirkan melahirkan berbagai penyimpangan.

Salah satu bentuk penyimpangan itu tak lain adalah korupsi dan kezaliman. Dari penyimpangan itu timbul ketimpangan dan kesenjangan hidup di masyarakat akibat mengabaikan amanah. Allah Swt berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menjalankan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan suatu hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil”…(Qs. An-Nisa : 58).

Rasulullah SAW pun mengingatkan para pemimpin, “Siapa saja yang dianugerahkan allah sebagai pemimpin, tetapi dia tidak berbuat sesuatu untuk kebaikan umatnya (malah sebaliknya menipu dan menzalimi umatnya ), allah akan mengharamkan surga untuknya.” (HR. Bukhari).

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Asyaddunnaasi ‘azaban yaumul qiyamati imamun jair”. (Orang yang paling sakit siksaan di hari kiamat adalah pemimpin yang zalim (curang).” (HR. Thabrani dari Abdullah bin Mas’ud).

Oleh karena itu wahai para pemimpin…Ingatlah, menjadi pemimpin itu adalah amanah, dan amanah itu adalah titipan Allah berupa perintah untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, termasuk menjalankan keadilan, baik keadilan hukum, pendidikan, ekonomi maupun keadilan dalam bidang lain.

Kesejahteraan rakyat, kebenaran dan keadilan juga merupakan tuntutan rakyat yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada para pemimpinnya, karena itu melaksanakan amanah Allah berarti juga melaksanakan kehendak rakyat.

» Kedua, Pemimpin yang Mengabaikan Kejujuran

Pemimpin yang tidak jujur menganggap nilai materi lebih tinggi daripada nilai kejujuran, sehingga bila mereka berhadapan dengan suatu yang mendatangkan materi atau keuntungan duniawi, kejujuran tidak ada harganya sama sekali. Maka timbullah kedustaan dan kemunafikan serta kezaliman terhadap rakyat.

Pemimpin yang tidak jujur itu pandai; pandai menipu rakyat, mereka licin selicin belut, mereka licik selicik kancil, mereka pandai merangkai kata, seperti pujangga yang menari di atas kata-kata indah hingga rakyat terlena terutama ketika berkampanye dengan janji-janji indah yang selalu berkedok untuk kepentingan rakyat, tapi sesungguhnya mereka adalah para pembohong (khazzab).

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Sesudahku nanti akan ada pemimpin-pemimpin yang berdusta dan berbuat zalim, siapa yang membenarkan kedustaannya dan membantu kezalimannya, maka ia tidak termasuk golongan dari umatku dan aku juga tidak termasuk darinya dan ia tidak akan datang ketelaga (yang ada di surga).” (HR. Nasa’i dari Ka’ab).

Dalam hadis di atas, diisyaratkan akan lahir pemimpin-pemimpin yang suka berdusta pada diri sendiri dan kepada umatnya. Dalam kepemimpinannya pemimpin seperti itu selalu menampakkan yang baik dan indah, tetapi dibalik itu ada maksud-maksud tertentu yang dapat merugikan rakyatnya, juga suka berbuat zalim dan aniaya.

Karena itu perlu disadari, kejujuran itu sesungguhnya amat tinggi harganya dihadapan Allah. Kejujuran juga amat besar nilainya dimata rakyat. Kejujuran merupakan tolok ukur kepercayaan rakyat, merupakan cermin keluhuran dan kemuliaan di dunia dan di akhirat. Dalam hal kejujuran Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertawakkallah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (Qs. At-Taubah: 119).

» Ketiga, Pemimpin yang Berakhlak Mazmumah (Buruk)

Bila suatu umat dipimpin oleh pemimpin yang berakhlak buruk tidak bermoral dan kepribadiannya yang jauh dari nilai-nilai Islam dan akhlak yang mulia, bisa dipastikan umat itu akan mengalami penderitaan dan kesengsaraan berkepanjangan. Pemimpin seperti ini akan bertindak sewenang-wenang sehingga umatnya tidak mendapatkan keadilan dan hak-haknya. Sebaliknya, rakyat merasakan kesengsaraan, ketakutan, keresahan dan kegersangan ruhiyah berkepanjangan. Ini membuat umat hidup dalam penderitaan dan kekecewaan.

Bagi umat Islam, mereka tidak akan mendapatkan kebaikan bila dipimpin oleh orang-orang non muslim. Sebab suatu kemustahilan bila orang-orang diluar Islam berbuat dengan ikhlas untuk kemaslahatan bagi umat Islam. Bahkan sebaliknya mereka senantiasa berusaha untuk menghancurkan umat Islam. Umat Islam juga akan hancur bila dipimpin oleh orang-orang munafik yang tidak jelas penguasaan ilmu syariatnya.

Pemimpin seperti ini harus diwaspadai oleh umat Islam dan harus dihindari. Dalam hal ini Allah SWT berfirman, “Dan diantara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras.”(Qs. Al-Baqarah: 204).

» Keempat, Pemimpin yang Tidak Punya Kapabilitas

Pemimpin tidak kapabel adalah pemimpin yang kurang cakap, cerdik, dan tidak memiliki kesanggupan dalam memimpin serta tidak memiliki visi dan misi kedepan. Dalam Islam disebut sebagai orang yang tidak fathanah. Tugas kepemimpinan di masyarakat sungguh berat, apalagi jika kepemimpinan itu bertaraf nasional, tentu akan lebih berat lagi, sebab permasalahan yang dihadapi lebih banyak dan kompleks.

Karena itu kepemimpinan sangat menuntut seorang pemimpin yang fathanah (cerdik), yakni cakap, pandai, cerdas, punya kesanggupan dan memiliki visi jauh kedepan. Pemimpin yang fathanah itulah yang akan mampu memimpin dan membangun masyarakatnya. Allah SWT berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (Qs. An-Nahl: 125).

Menurut satu riwayat, Rasulullah SAW tidak rela jika umatnya dipimpin oleh orang-orang yang berakhlak bejat, tidak beriman serta berlaku zalim. Tapi terkadang umatnyalah yang tidak memperhatikan diri dan nasibnya sendiri. Hal ini terlihat dari cara memilih pemimpin, mereka tidak mengikuti petunjuk Allah dan Rasul. Tidak cerdas memilih pemimpin!

Karena itu, disinilah tugas dan tanggung jawab para ustadz dan ulama memberi tuntunan kepada umat ini bagaimana seharusnya memilih pemimpin menurut tuntunan Al-Qur’an dan Hadis demi kebahagiaan dunia dan akhirat juga keselamatan bagi pemimpinnya. Wallahu A’lam.(T/R2/EO2)


;;;;;;
Pigura Gambar  Bunga











Manfaatkan Waktu mu Sebelum Mati mu Sebaik Mungkin


Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekadar lewat (HR Bukhari)

Dari 7 besaran ISO (International Standard Organization) yang di rumuskan yakni panjang, temperatur, massa, waktu, arus listrik, jumlah zat dan intensitas cahaya, hanya satu besaran yang susah untuk dipahami, waktu. Hidup manusia di dunia terfungsikan oleh waktu. Waktulah yang membatasi antara satu kehidupan dengan kehidupan yang lain.

Waktu menurut para ahli adalah besaran untuk mengukur tingkat perubahan yang terjadi pada benda atau zat. Kita sendiri menjadi bukti dari definisi ini, masih ingatkah saat kita kecil ditimang oleh bunda kita atau saat kuda-kudaan dengan ayah kita, namun lihat diri kita sekarang, sudah berubah dari saat kita digendong dan main kuda-kudaan bukan? itu semua karena waktu.

Pada zaman dulu, manusia menganggap waktu itu absolute, kecuali dalam Islam. Waktu dianggap sama saja tidak peduli pada acuannya. Baru pada abad 20, ilmuwan termasyhur abad 20, Albert Einstein mengeluarkan postulat yang menyatakan bahwa waktu bersifat relatif tergantung pada acuannya. Einstein memisalkan, jika seorang laki-laki mengobrol dengannya yang sudah tua, beruban dan keriput, mengobrol satu jam seperti satu abad. Sedangkan jika mengobrol dengan yang masih muda, cantik dan anggun mengobrol lima detik bisa terasa lima jam. Kurang lebih seperti itulah relativitas, kata Einstein.

Sekarang mari kita coba untuk membandingkan waktu dengan kerangka acuan waktu di dunia yang berdasarkan atas rotasi dan revolusi bumi atau benda langit lainnya dibandingkan dengan kerangka acuan akhirat berdasarkan berita dari Al-Qur’an dan Al hadits.

Firman Allah dalam Surat al-Mu’minuun [23] : 112-114

Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada (malaikat) yang menghitung. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.

Dalam ayat ini, aroma relativitas waktu sangat kentara. Bayangkan, manusia yang hidupnya kurang lebih 70 tahun, ketika ditanya Allah menjawab hanya hidup satu hari atau setengah hari. Kemudian ditimpali oleh Allah bahwa hidupnya hanya sebentar saja, hanya sebentar.

Firman Allah yang lain dalam surat An-Naazi’aat [79] : 46

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.

Dalam ayat ini lebih cepat lagi, hidup kita dirasakan hanya selama waktu sore atau pagi hari. Jika waktu sore di mulai jam 3 dan diakhiri jam 6, berarti kita merasa hidup cuma 3 jam. Dan jika pagi hari dimulai jam 7 dan selesai jam 11 berarti kita merasa hidup hanya 4 jam. Tentu saja lebih sebentar dari ayat sebelumnya.

Firman Allah Selanjutnya dalam surat Yunus [10] : 45

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.

Pada ayat ini, lebih tinggi lagi komparasinya, hidup kita hanya dirasa SESAAT SAAT SIANG HARI saja, ALLAHUAKBAR.

Dan sekarang mari kita coba untuk menghitung perbandingan lama hidup kita menurut apa yang telah disampaikan nabi kita.

Bagaimana keadaan kalian jika Allah mengumpulkan kalian di suatu tempat seperti berkumpulnya anak-anak panah di dalam wadahnya selama 50.000 tahun dan Dia tidak menaruh kepedulian terhadap kalian? (HR Hakim dan Thabrani)

Dan Firman Allah dalam surat Al-Ma’arij [70] : 4

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun.

Hadits di atas berhubungan dengan keadaan kita nanti di padang mahsyar, kata nabi Muhammad, kita berada di padang mahsyar selama 50ribu tahun yang sama nilainya dengan 50 milenium sama dengan 500 abad sama dengan 6250 windu. Adakah waktu ini sebentar?

Jika kita korelasikan hadits tersebut dengan ayat di bawahnya, kita akan menemukan suatu angka yang sangat fantastis. Mari coba kita hitung. Manusia zaman ini hidup dengan umur rata-rata 70 tahun, Rasulullah Muhammad meninggal pada usia 63 tahun. Maka, perantauan kita di dunia jika dibandingkan dengan relativitas waktu di padang mahsyar hanya akan terasa 2 MENIT 1 DETIK, nilai tersebut didapat dari perbandingan sederhana yang bisa dihitung oleh siswa SD kelas 4.

Benar, HANYA 2 MENIT 1 DETIK. Maka benarlah pada hari yang dijanjikan itu, manusia-manusia yang ingkar terhadap Robb nya akan diliputi penyesalan yang mendalam, penyesalan karena waktunya (yang singkat) hanya dipakai untuk hal-hal yang sia-sia, penyesalan karena waktunya (yang singkat) hanya dimanfaatkan untuk bermalas-malasan, penyesalan karena waktunya (yang singkat) hanya dimanfaatkan untuk melakukan maksiat dan dosa.

Mereka pun mengandaikan bisa kembali ke dunia, namun sayang, penyesalan tinggal penyesalan. Maka tenggelamlah mereka oleh keringatnya sendiri, karena malu dan takutnya mereka dan semoga kita bukan bagian dari orang-orang yang menyesal tersebut.

Namun saat itu ada juga yang dinaungi awan kasih sayang oleh Robb, kita paham bahwa pada saat itu matahari hanya sejengkal di atas kepala. Merekalah orang-orang yang beruntung. Orang-orang yang menjadikan waktunya untuk memperjuangkan agama Robb nya. Orang-orang yang menjadikan waktunya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat buat diri dan sesama. Orang-orang yang menjadikan waktunya untuk senantiasa beribadah kepada Ilah nya. Mereka pun puas akan apa yang dilakukannya. Tidak sia-sia setiap tetes keringat dan tiap tetes darah yang mereka keluarkan demi kemuliaan agama ini. Tidak sia-sia mereka menahan gejolak mengumbar aurat dan berjuang menahan panas memakai jilbab bagi wanita. Tidak sia-sia mereka menahan setiap sentuhan, pandangan, pendengaran dari yang tak semestinya dilakukan. Benar, tidak akan sia-sia setiap amal kebaikan kita. Itulah hidup kita kawan, hanya sebentar.

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). (QS al-Hasyr [59] : 18)

Perhitungan di atas memakai acuan padang mahsyar dan acuan waktu dunia, karena memang acuan padang mahsyar saja yang bisa kita perbandingkan. Sebab, kehidupan dunia ini tak akan bisa kita komparasi dengan surga atau neraka. Setiap yang kafir dan munafik masuk neraka sedangkan muslim masuk surga. Mereka yang munafik adalah orang-orang yang mengetahui hukum Allah namun kemudian ingkar, mereka yang menerapkan agama secara parsial, mengambil yang satu dan meninggalkan yang lain dan mereka yang muslim namun ragu akan nilai keislamannya.

Dan agama ini sudah sempurna. Baik dan buruk, halal dan haram sudah ditetapkan dengan jelas. Setiap aturan kehidupan mulai dari pergaulan, ekonomi, tatacara politik, pendidikan, sosial, hukum, dan ibadah sudah paripurna. Semua kembali kepada kita, maukah memakainya atau kita tetap dengan keadaan sekarang. Keadaan yang jauh dari nilai-nilai Islam. Wallahu a’lam bi ash shawab.

Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat? (HR Muslim)

 Segala puji bagi ALLAH SWT, Sholawat dan salam atas Nabi Muhammad Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat

Jadikan taqwa sebagai bahteramu
Jadikan iman sebagai muatan
Jadikan tawakal sebagai layar

Semoga anda diridhoi ALLAH SWT
Dan beroleh keberhasilan di dunia dan juga di akhirat
Aaamiiin Ya Robbal Alamiiin

ALLAH SWT MELIHAT
MALAIKAT MENCATAT
TIADA TUHAN SELAIN ALLAH

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". ?Ali Imran:64?

Maha besar Allah dengan firman NYA


oooo

Buah Kiwi Dengan Manfaatnya.


Fakta Menarik Buah Kiwi Yang tidak Kamu Ketahui Diterbitkan Pada September 26, 2013 Buah kiwiPalingseru.– Buah kiwi memang bukan buah asli Indonesia sehingga untuk mendapatkan buah ini kita harus mengimpornya dulu keluar negri namun kita tidak akan membahas masalah buah impor melainkan manfaat buah kiwi dan beberapa fakta yang tidak kamu ketahui tentang buah kiwi ini. Tidak hanya rasanya saja yang enak ternyata di balik buah kiwi mengadung beberapa zat penting yang dibutuhkan tubuh manusia bahkan bisa juga digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Nah berikut ini ada beberapa fakta menarik seputar buah kiwi yang harus kamu ketahui, mau tahu apa saja itu simak berikut ini: Serat yang dikandung oleh buah berwarna hijau ini terdiri atas 2 macam, yaitu serat larut dan serat tak larut. Serat ini sangat baik bagi kesehatan jantung serta pencernaan manusia. Serat jenis tersebut pun baik untuk menurunkan kolesterol. Glukosa dalam kiwi mudah dicerna oleh semua orang dan usia, bahkan mereka yang menderita diabetes pun aman mengonsumsinya. Kiwi punya julukan ‘nutritional all star’ yang maknanya berarti nutrisi yang lengkap, lebih lengkap dari buah lainnya. Kandungan vitamin C pada sebutir kiwi hampir 2 kalinya sebutir jeruk. Antioksidan dalam kiwi pun tinggi dan bermanfaat untuk melindungi dari radikal bebas. Wanita hamil baik sekali mengkonsumsi buah kiwi, sebab asam folat dalam kiwi baik bagi perkembangan janin. Kandungan magnesium pada kiwi pun tinggi, sehingga cocok dikonsumsi pada saat sarapan sebagai sumber energi yang sehat. Ada karotenoid yang membuat kiwi baik bagi kesehatan mata Anda, dan melindungi dari radikal bebas juga. Nah itulah beberapa fakta menarik buah kiwi yang harus kamu ketahui, nah apa kamu sukamakan buah kiwi?

info beberapa sumber.

Kubis dengan beberapa manfaat


Kubis adalah salah satu sayuran yang penuh nutrisi. Meski kubis terkadang menyebabkan produksi gas dalam lambung meningkat, namun kubis juga bisa memberikan manfaat bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari kubis, seperti dilansir oleh Mag for Women.

1. Kubis hijau dan merah diketahui rendah kalori dan mengandung banyak vitamin serta mineral. Ini cocok bagi Anda yang sedang diet tak ingin mengonsumsi terlalu banyak kalori.

2. Kubis bisa mencegah proses penuaan. Kubis mengandung vitamin C yang tinggi dan menjaga kulit agar tetap muda, serta memperlambat proses penuaan. Selain itu, kubis juga merupakan sumber vitamin E yang baik.

3. Penelitian mengungkap bahwa kubis mengandung zat anti-kanker. Mengonsumsi kubis bisa memberikan tubuh flavonoid yang bisa melindungi tubuh dari kanker.

4. Vitamin A dalam kubis membantu menyehatkan mata dan menjaga kesehatan mata. Mengonsumsi kubis sejak kecil akan mengurangi kemungkinan seseorang memakai kacamata saat dewasa.

5. Kubis kaya akan vitamin E yang bertugas sebagai elemen kunci dalam perbaikan sel dan jaringan dalam tubuh. Tak hanya itu, vitamin E dalam kubis juga bisa memperlancar metabolisme. Kubis juga bisa meningkatkan lebih banyak antibodi.

6. Dalam waktu yang lama, kubis telah digunakan sebagai obat sariawan pada tubuh. Hal ini karena zat glutamine yang ada dalam kubis dan bisa didapatkan dengan mengonsumsi jus kubis.

7. Kubis juga kaya akan sulfur dan mineral lain yang berfungsi sebagai pembersih sistem pencernaan manusia. Mengonsumsi kubis akan mencegah konstipasi.

8. Mengonsumsi kubis juga bisa menangkal penyakit otak seperti Alzheimer. Penelitian mengungkap bahwa zat dalam kubis bisa mencegah penyakit Alzheimer dan bahkan bisa menyembuhkan pasien yang terkena Alzheimer.

Itulah beberapa manfaat kubis untuk kesehatan. Selama ini kubis berwarna merah dianggap lebih sehat daripada kubis hijau. Namun jangan terlalu banyak mengonsumsi kubis karena bisa menimbulkan gas berlebih.
(merdeka)

 Pesan Luqmanul Hakim

1.. Hai anakku: ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yang bernama TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya adalah TAWAKKAL kepada ALLAH. 

2.. Orang – orang yg sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang yang insyaf dan sadar setalah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemulian dari ALLAH juga.


NB;Dari beberapa sumber

 


EFEK DARI PERBUATAN DOSA DAN MAKSIAT

I. Lalainya Manusia Sehingga Mudah Digoda Syetan untuk Berbuat Dosa
Manusia adalah makhluk yang lalai. lalai untuk beramal shaleh dan dari kemaksiatan serta dosa, apalagi manusia juga sering meremehkan dosa atau maksiat yang dilakukan seakan ia aman dari adzab Allah swt, padahal syetan akan selalu berupaya melalaikan dan memalingkannya dari jalan Allah swt, sebagaimana sabda Rasulullah saw :
“Sesungguhnya syetan senantiasa siap menghadang anak Adam dalam setiap langkahnya. Jika ia menempuh jalan Islam, maka syetan akan menggoda seraya berkata: “Apakah engkau sudi meninggalkan ajaran nenek moyangmu dengan menempuh jalan Islam?” Namun seorang hamba Allah sejati tidak akan menghiraukan godaan itu dan tetap menempuh jalan Islam. Jika ia menempuh jalan hijrah, maka setan akan datang menggoda seraya berkata: “Apakah engkau sudi meninggalkan kampung halaman tercinta dengan berhijrah?” Namun ia pun tidak menghiraukan godaan itu dan tetap berhijrah. Jika ia berjihad, maka syetan akan datang menggoda seraya berkata: “Jika engkau masih membandel tetap ikut berjihad, niscaya engkau akan terbunuh, istrimu akan dinikahi orang dan hartamu akan dibagi-bagikan!” Namun ia menepis godaan itu dan tetap pergi berjihad.” (HR. An-Nasaa’i dan HR. Ahmad).
Allah swt mengingatkan kita untuk selalu mewaspadai godaan syetan dalam kehidupan
“Oleh sebab itu, perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (QS. An Nisaa : 76)
“Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah.” (QS. Fushshilat : 36)
Beberapa hal yang menyebabkan manusia lalai dan tergoda syetan sehingga ia berbuat dosa diantaranya :
1. Lemahnya keimanan kepada Allah swt yang bersumber dari lemahnya ma’rifatullah atau kejahilannya terhadap Allah swt. Manusia seperti ini menganggap bahwa hidup menafikan Allah sebagai Rabbul ‘Alamiin.
2. Cinta dunia dan tenggelam dalam godaannya.
3. Tidak memiliki visi dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat.
4. Tidak belajar dari kejadian yang telah lewat atau masa lampau sebagai tadzkiroh.
5. Tidak memahami makna dan hakikat ketaatan kepada Allah swt.
6. Berada di lingkungan yang mengarahkan kepada kelalaian dan dosa
7. Tidak bersabar terhadap musibah dan tidak qona’ah terhadap harta
Menurut Ibnu Abiddunya, orang-orang yang bermaksiat terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
1. Orang mukmin yang bermaksiat. Mereka melakukan dosa karena ketidaktahuan dan di luar keinginan mereka. Kemudian mereka menyesali dan memperbaiki diri. Mereka adalah orang-orang yang telah Allah janjikan ampunan.
2. Pelaku maksiat yang mencampurkan amal saleh dan amal tercela. Mereka mengakui dosa-dosa mereka, tetapi tidak bertaubat dan tidak berlaku lurus. Mereka adalah orang-orang yang tidak dijanjikan Allah ampunan, tetapi Allah memberikan mereka harapan ampunan.
3. Pelaku maksiat yang berlebihan dalam bermaksiat. Mereka tidak bertaubat dan tidak mengakui dosa-dosa mereka. Mereka adalah orang-orang yang harapan bertaubatnya lemah dan mendapat adzab yang besar dari Allah swt.
Imam Al Ghazali menyebutkan empat sifat yang membawa seseorang kepada dosa, yaitu:
1. Sifat-sifat ketuhanan yang menimbulkan dosa, seperti sombong, angkuh, suka pujian dan sanjungan.
2. Sifat-sifat setan yang menimbulkan dosa, seperti dengki, sewenang-wenang, menipu, makar, dan kemunafikan.
3. Sifat-sifat hewani yang dapat dilihat dari pemenuhan syahwat nafsu, perut dan biologis, seperti zina, kelainan biologis, dan mencuri.
4. Sifat-sifat binatang buas, seperti dendam, merampas, bermusuhan, membunuh, dan memukul.
II. Tingkatan Dosa
Dosa adalah bentuk pelanggaran terhadap larangan Allah swt atau meninggalkan apa yang diperintahkan-Nya. Dosa itu bertingkat-tingkat kejahatannya. Ada yang besar dan ada pula yang kecil. Menurut Imam Adz Dzahabi, dosa besar adalah dosa yang jika dilakukan maka pelakunya mendapatkan had (hukuman yang telah ada ketentuannya dari syariat) seperti membunuh, berzina dan mencuri, atau yang ada ancaman secara khusus di akhirat nanti berupa adzab dan kemurkaan Allah swt, atau yang pelakunya dilaknat melalui sabda Rasulullah saw. Jumlah dosa besar terdapat lebih dari tujuh puluh macam, dan dosa besar yang paling besar misalnya syirik, membunuh jiwa tanpa hak, dan durhaka kepada orangtua.
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a. berkata: “Aku bertanya, wahai Rasulullah dosa apa yang paling besar?” Rasulullah menjawab: “Engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dia yang menciptakanmu.” Aku berkata: “Kemudian apa?” Rasul menjawab: “Kamu membunuh anakmu agar dia mau makan denganmu.” Aku bertanya: “Kemudian apa?” Rasul menjawab: “Kamu berzina dengan tetanggamu.” (HR. Bukhari Muslim)
Betapa beratnya adzab akibat dosa besar di dunia dan di akhirat, maka
Allah swt telah menjanjikan surga dan ampunan-Nya bagi hamba yang menjauhi dosa-dosa besar.
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisaa : 31)
Allah swt juga menjadikan orang yang meninggalkan dosa-dosa besar termasuk ke dalam golongan orang yang beriman dan bertawakal kepada-Nya.
“Maka segala sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia, dan apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang–orang yang beriman, dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal, dan bagi orang–orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.” (QS. A s y S y u r a : 3 6 – 3 7 )
N a b i s a w b e r s a b d a :
” Shalat lima waktu dan Jumat ke Jumat ( b e r i k u t n y a ) adalah penghapus apa yang di antaranya dari dosa selagi dosa besar tidak didatangi (dilakukan).” (HR. Muslim)
Dosa (Kecil) yang Menjadi Besar
Sesungguhnya suatu dosa (kecil) bisa menjadi besar karena hal-hal berikut :
1. Dosa yang dilakukan secara terus menerus.
“Tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus, dan tidak ada dosa besar jika diikuti istighfar (permintaan ampunan kepada Allah swt).”
2. Menganggap remeh suatu dosa.
Ketika seorang hamba menganggap besar dosa yang dilakukannya maka menjadi kecil di sisi Allah. Tapi jika ia menganggap kecil, maka menjadi besar di sisi Allah. Dalam suatu atsar diriwayatkan bahwa seorang mukmin melihat dosa-dosanya laksana dia duduk di bawah gunung di mana ia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sedangkan orang durhaka melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya lalu dia halau dengan tangannya. (HR. Bukhari)
3. Bangga dengan dosa yang dilakukannya.
Saat manusia bangga dan merasa nikmat dengan dosanya (misalnya zina, mabuk, korupsi, menyontek, dll), maka menjadi besar kemaksiatannya serta besar pula pengaruhnya dalam menghitamkan hati dan membuat hatinya menjadi keras, karena saat seorang hamba berbuat dosa, maka muncul titik hitam yang menutupi hatinya.
4. Menganggap ringan dosa karena merasa diampuni Allah swt dan merasa tidak diberi adzab.
Orang seperti ini tidak menyadari bahwa sesungguhnya ditangguhkannya adzab di dunia maka bukan berarti tidak akan mendapatkannya. Bisa jadi adzab Allah akan datang di kemudian hari.
5. Sengaja menampakkan dosanya, padahal Allah swt telah menutupinya
R a s u l u l l a h s a w b e r s a b d a :
” Semua ummatku diampuni oleh Allah kecuali orang yang berbuat (maksiat) terang-terangan. Dan diantara bentuk hal tersebut adalah seseorang melakukan pada malam hari perbuatan (dosa) dan di pagi hari Allah menutupi (tidak membeberkan) dosanya lalu dia berkata: ‘Wahai fulan, tadi malam aku melakukan begini dan begini.’ Padahal dia berada di malam hari ditutupi oleh Rabbnya namun di pagi hari ia membuka apa yang Allah tutupi darinya.” (HR. Bukhari)
Ibnu Baththal mengatakan:
“Menampakkan maksiat merupakan bentuk pelecehan terhadap hak Allah swt, Rasul-Nya, dan orang–orang shalih dari kaum mukminin…” (Fathul Bari, 10/486).
Para ulama mengatakan :
“Janganlah kamu berbuat dosa. Jika memang terpaksa melakukannya, maka jangan kamu mendorong orang lain kepadanya, nantinya kamu melakukan dua dosa.”.
Allah swt berfirman dalam QS. At Taubah ayat 67 :
“Orang–orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma’ruf.”
6. Dosa menjadi besar jika dilakukan oleh orang ‘alim (orang berilmu) yang menjadi panutan.
Bagaimana kekhawatiran seorang ‘Umar bin Khaththab ra. : “Seandainya ada yang memanggil dari langit: ‘Wahai manusia, seluruh kalian masuk surga kecuali satu orang,’ maka aku khawatir bahwa akulah orangnya.”
III. Pengaruh Dosa atau Maksiat
Imam Ibnu Qayyim berkata: “Maksiat mempunyai pengaruh yang membahayakan bagi hati dan badan di dunia dan di akhirat, yang hanya diketahui oleh Allah. Di antara pengaruh maksiat itu berasal dari manusia yang ditularkan kepada orang lain. Di antara dampaknya juga merubah hamba melenceng dari fitrahnya. Maksiat membuat hamba berani terhadap orang lain yang tidak bersalah. Maksiat meninggalkan tabiat di dalam hati, yang jika semakin banyak dilakukan menjadikan pelakunya termasuk golongan orang-orang yang lalai. Firman Allah dalam Surat Al Muthaffifîn ayat 14:
“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”
Beberapa ulama memahami ayat di atas sebagai “dosa setelah dosa”, yaitu dosa yang dilakukan atas dosa lainnya hingga hati menjadi buta, sehingga hati menghitam karena maksiat. Jika maksiat terus bertambah, maka bertambah hitam hatinya. Jika maksiat terus dilakukan maka hati menjadi gelap.
Ibnu ‘Abbas ra berkata: “Sesungguhnya kebaikan mendatangkan sinar pada wajah, cahaya di hati, luasnya rizki, kuatnya badan, dan dicintai oleh makhluk. Sedangkan kejelekan (kemaksiatan) akan menimbulkan hitamnya wajah, gelapnya hati, lemahnya badan, berkurangnya rizki, dan kebencian hati para makhluk.
Di antara pengaruh maksiat – menurut Syeikh Abdul Aziz Al Muhammad As Salman – adalah :
1. Merusak akal, karena akal adalah cahaya, maka maksiat menutup cahaya tersebut.
2. Hati menjadi hina, sempit dan gersang.
3. Menganggap maksiat bukan sesuatu yang hina sehingga menjadi kebiasaan.
4. Satu kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan yang lain, sebagaimana hasad yang terdapat pada saudara-saudara Nabi Yusuf as yang menyeret mereka kepada tindakan memisahkan antara bapak dan anaknya sehingga menimbulkan kesedihan pada orang lain, memutuskan hubungan kekerabatan, berucap dengan kedustaan, membodohi orang, dan yang sejenisnya.
5. Melemahkan hati dan badan. Bahkan maksiat bisa membunuh hati secara total, sehingga badan menjadi lemah karena sesungguhnya kekuatan seorang mukmin itu ada di dalam hatinya. Jika hatinya kuat, maka kuatlah badannya.
6. Menyulitkan urusan hamba.
7. Menjerumuskan manusia ke dalam laknat Rasulullah saw.
8. Maksiat menimbulkan berbagai macam kerusakan di bumi.
9. Maksiat menyulut api iri dari dalam hati.
10. Hilangnya rasa malu yang merupakan inti kehidupan hati.
11. Lemahnya penghormatan (ta’zhîm) kepada Allah
12. Melenyapkan barakah umur serta memendekkannya. Karena, sebagaimana kebaikan menambahkan umur, maka (sebaliknya) kedurhakaan memendekkan umur.
13. Mengeluarkan hamba dari wilayah kebaikan (ihsân) dan menjauhkannya dari pahala orang-orang yang baik.
14. Melemahkan perjalanan hati menuju Allah dan kehidupan akhirat.
Mengerdilkan jiwa dan menjauhkannya dari kebaikan.
15. Terpenjara dalam tawanan setan dan kerangkeng syahwat.
16. Menjatuhkan kehormatan diri, kedudukan serta kemuliaan di hadapan Allah swt. Imam Hasan Al Bashri berkata: “Mereka (pelaku maksiat) rendah di hadapan Allah swt. sehingga mereka bermaksiat kepada-Nya, karena seandainya mereka orang yang mulia di hadapan Allah swt. niscaya Allah akan jaga mereka dari dosa.”
17. Putus hubungan antara Rabb dan hamba-Nya.
18. Terhalang dari memperoleh ilmu yang bermanfaat. Karena ilmu merupakan cahaya yang Allah letakkan pada hati seseorang, sedangkan maksiat akan meredupkan cahaya tersebut.
Tatkala Al Imam Asy Syafi’i duduk di hadapan gurunya, Imam Malik, sang guru melihat kesempurnaan pemahaman Asy Syafi’i . Maka ia berpesan kepadanya: “Sungguh, aku memandang Allah Swt telah meletakkan pada hatimu cahaya, maka janganlah kau padamkan dengan gelapnya kemaksiatan.”
19. Terhalang dari rezeki, sebagaimana sebaliknya yaitu ketakwaaan kepada Allah swt. akan mendatangkan rizki.
20. Kemaksiatan menyebabkan hilangnya nikmat dan mendatangkan adzab. Ali bin Abi Thalib ra berkata: “Tidaklah turun suatu bencana kecuali karena dosa, dan tidaklah dicegah suatu bencana kecuali dengan taubat.
Maksiat juga mempunyai pengaruh besar terhadap masyarakat dan bangsa, di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Dr. Said bin Ali bin Rahaf al-Qahthani, yaitu :
1.Membuat Adam dan Hawa keluar dari surga – tempat kenikmatan, kemewahan, dan kebahagiaan – menuju tempat yang penuh dengan kepedihan, kesedihan, dan tuntutan.
2. Mengeluarkan iblis dari kerajaan langit (malakût as-samâ’), melemparkannya, melaknatnya, mengubah bentuk lahir dan batinnya sehingga bentuk lahirnya menjadi seburuk-buruk bentuk, dan batinnya menjadi senista-nistanya batin, menggantikan kedekatan menjadi jauh, rahmat menjadi laknat, keindahan menjadi keburukan, surga menjadi neraka, dan iman menjadi kufur.
3. Menenggelamkan semua penghuni bumi hingga air melampaui puncak-puncak gunung, sebagaimana yang terjadi pada kaum Nabi Nuh as.
4. Kehancuran menjemput kaum ’Aad yang memiliki peradaban tinggi. Mereka dihancurkan di atas bumi seperti pohon kurma yang telah lapuk, menghancurkan apa yang dilewatinya baik rumah, tanaman dan hewan, sehingga mereka menjadi bahan renungan bagi setiap kaum hingga hari kiamat.
5. Hentakan suara yang mengakibatkan kaum Tsamud yang mengakibatkan hati mereka terpotong-potong hatinya hingga mereka binasa.
6. Hancurnya kaum Nabi Luth hingga malaikat mendengar jeritan mereka, kemudian membalikkannya, yang atas jadi bawah dan yang bawah jadi atas. Mereka semua dihancurkan, kemudian disusul dengan hujan batu dari langit.
7. Adzab kepada kaum Syu’aib berupa awan siksa yang menyerupai mendung, yang ketika sampai di atas kepala mereka awan tersebut menjadi hujan api yang panas.
8. Ditenggelamkannya Fir’aun dan kaumnya di laut, kemudian jiwa mereka dipindahkan ke jahannam. Badan ditenggelamkan tetapi nyawa dibakar.
9. Tenggelamnya Qarun beserta istana, harta, dan pengikutnya.
Bahkan di era modern sekaraang ini, peringatan tersebut tetap terjadi seperti tenggelamnya simbol keangkuhan byang tergambar dalam kapal Titanic, musibah yang melanda tempat-tempat kemaksiatan di berbagai belahan dunia termasuk di negeri kita, Indonesia.
Apa yang menimpa dan menghancurkan mereka semua adalah dosa-dosa dan kemaksiatan mereka. Kemaksiatan adalah warisan umat yang zhalim, sehingga setiap muslim harus waspada terhadap warisan kemaksiatan dari orang-orang yang zhalim tersebut. Hendaklah kita semua mengambil kisah ummat terdahulu sebagai ibroh dalam menjalani kehidupan agar tidak terjebak dalam bujuk rayu syetan yang senantiasa mengajak kepada dosa daan maksiat. Alloh swt berfirman :
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa sebab dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. Al ‘Ankabut : 40)
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy Syuura : 30)
Semoga Allah swt senantiasa menjaga dan membimbing kita semua agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan. Na’udzu billahii minadz dzunuubi…
IV. Maroji
1. I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitab At-Tauhid, Asy-Syaikh Al-Fauzan
2. Al-‘Uqûbât al-Ilâhiyyah li al-Afrâd wa al-Jamâ’ât wa al-Umam, Ibnu Abi al-Dunya, Tahqiq : Muhammad Khair Ramadhan Yusuf, Dar Ibn Hazm, Beirut, Cet ke-1 tahun 1416 H/1996 M
3. Al-Kaba`ir, Adz Dzahabi, Maktabah As Sunnah
4. Nuurul Hudaa wa Zhulumaat adh Dhalaal fîi Dhau`il Kitaab wassunnah, Dr. Said bin Ali bin Rahaf All Qahthani, Cet ke-3 tahun 1424 H
5. Taujihul Muslimin ila Thariqinnashri wat Tamkin, Muhammad Jamil Zainu dkk

 

Karya Sederhana,Doa-Doa dan kata nasehat



















Iblis dan setan rutin bersemayam dihati kita

, khususnya dihati orang-orang yang tidak beriman dan juga tidak bertaqwa terhadap Allah. Mulai awal zaman sampai akhir zaman iblis tidak bakal berhenti untuk menggoda manusia, bahkan mereka bisa masuk dengan gampang ke dalam hati setiap manusia dengan 10 pintu gerbang. Apa sajakah 10 pintu masuk setan ke hati manusia?

1. Marah dan syahwat
Manusia yang dalam kondisi Marah dan syahwat sangat gampang untuk dipengaruhi oleh setan. Kondisi ini adalah kondisi yang paling lemah imannya dan kondisi ini adalah kondisi paling tidak stabil pada diri seseorang. Jadi tidak heran apabila tidak sedikit pertengkaran alias Marah yang beres dengan ricuh dan bahkan kematian sebab dalam kondisi marah, iblis dengan gampang masuk kedalam hati manusia.

2. Dengki dan rakus
Setiap manusia yang mempunyai rasa dengki dan juga rakus bisa menjadikan dia tuli dan buta yaitu tidak bisa membedakan yang baik dan kurang baik. Dalam kondisi ini setan bakal lebih gampang mempengaruhinya jadi manusia bakal lebih cenderung meperbuat hal-hal yang keji dan munkar.

3. Kenyang meskipun makanan yang dimakan halal dan bersih
Rosulullah sudah menyerukan terhadap setiap umatnya untuk berhenti makan sebelum kenyang dan mulailah makan ketika lapar.Konkret nya rasa kenyang ini adalah salah satu tutorial iblis masuk ke hati manusia.

4.Senang berhias dan juga bahagia bermewah-mewahan dalam pakaian dan rumah
Sebagian besar manusia menyukai berhias dan juga bermewah-mewahan dalam pakaian dan juga rumah, faktor ini bisa dilihat dari gaya nasib manusia yang terus glamour.Konkret nya setan sangat menyukai manusia yang mempunyai sifat ini, bahkan setan bakal bersarang dan juga berkembangbiak dalam hati manusia ini jadi bakal memunculkan hal-hal jahat, arogan, dan bahkan korupsi.

5. Iri terhadap milik orang lain
Tidak sedikit diantara manusia yang mempunyai rasa iri terhadap kepemilikan orang lain jadi mereka mengahalalkan segala tutorial untuk memperoleh faktor yang sama dengan orang lain semacam menipu, mencuri, dll. Setan sangat menyukai manusia yang mempunyai rasa iri ini dan mereka bakal senantiasa mempengaruhi manusia supaya rutin tidak puas dengan apa yang sudah dimilikinya saat ini.

6. Tergasa-gesa dan juga menunda-nunda pekerjaan
Dalam menyelesaikan suatu  masalah janganlah tergesa-gesa alias jangan pula menundanya sebab faktor ini adalah pintu gerbang masuknya setan dalam keajaiban hati manusia, jadi setan gampang mempengaruhi manusia melewati dua sifat itu.

7. Harta
Gerbang mutlak masuknya setan dalam diri manusia dalah harta, setiap manusia rutin silau dengan harta benda dunia semacam uang, rumah, perhiasan, mobil, dll. padahal semua itu hanyalah tipuan dunia yang bisa menyesatkan manusia. Manusia yang mempunyai harta membeludak bakal menjadi arogan dan lupa diri sebab hasutan setan.

8. Kikir dan takut miskin
Sifat kikir dan takut miskin bisa mendorong manusia menjadi seseorang yang menumpuk-numpuk harta dan bahkan mereka tidak suka menyedekahkan harta mereka kejalan Allah.

9. Fanatik
Tidak sedikit diantara manusia yang terlalu fanatik terhadap seseorang sampai mereka berpendapat orang lain lebih rendah darinya. Sifat ini bisa memunculkan perpecahan dan juga permengenaian antar sesama manusia.

10. Berkurang baik sangka
Setan sangat menyukai orang-orang yang rutin berkurang baik sangka terhadap orang lain sebab faktor itu menandakan bahwa hati kotor orang tersebut.

Itulah berbagai info seputar 10 Portal  Iblis Masuk ke dalam Hati Manusia yang bisa menjadikan manusia sebagai orang yang keji dan munkar.
Sumber: Kumpulanmisteri,com

ooooooooooo

Didalam Al-quran, Allah telah berfirman

bahwa kami tak butuh takut bakal nasib ketidak lebihan sebab setiap manusia telah memiliki rezekinya masing-masing. Selama orang tersebut mau berusaha, berdoa serta bersabar maka rezeki bakal datang pada mereka melewati caranya sendiri, bahkan terkadang melewati jalan yang tanpa kami sangka-sangka. Nah, bagi  Engkau  yang ingin rezekinya tetap lancar setiap hari maka tidak hanya meperbuat usaha kami jugaharus rajin berdoa serta meperbuat amalan-amalan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dipagi hari. Gak percaya ? cobalah perbuat 4 faktor ini dipagi hari supaya rezeki  Engkau  bertambah lancar.

1. Sholat Tahajud
Hal pertama yang mesti  Engkau  perbuat setiap pagi adalah sholat Tahajud. Waktu paling baik untuk meperbuat Sholat Tahajud adalah pertiga malam yaitu tak lebih lebih antara jam 2-3 pagi. Tak sedikit keutamaan yang bisa  Engkau  bisakan apabila rutin meperbuat sholat tahajud salah satunya adalah bisa memperlancar datangnya rezeki dipagi hari.  Rasulullah SAW bersabda :
"Ketika anda tidur, setan membikin tiga ikatan di tengkuk kalian. Di setiap ikatan setan bakal mengatakan ‘malam tetap panjang, tidurlah !’ Apabila ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan, kemudian apabila ia berwudhu, lepas lagi ikatan berikutnya. Selanjutnya apabila ia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan yang terbaru. Di pagi hari dirinya bakal bersemangat serta bergembira. Apabila tak meperbuat semacam ini, jiwanya sehingga kotor serta malas". (HR Bukhari)

2. Membaca Doa PagiHari
Semacam yang telah dijelaskan diatas bahwa untuk memperoleh rezeki, tak hanya dengan berusaha saja tetapiharus dibarengi dengan doa supaya rezeki kami terus lancar. Nah, maka dari itu sebelum  Engkau  meperbuat sesuatu alias menjalani aktivitas maka jangan lupa untuk rutin berdoa di pagi hari alias setelah meperbuat sholat tahajud supaya segala sesuatu yang  Engkau  kerjakan bisa lancar serta mengangkat rezeki untuk  Engkau  sendiri. Rasulullah SAW bersabda;
"Rabb kami Tabaraka Wa Taala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa semacamga malam terbaru, lalu Dirinya mengatakan ‘Siapa yang berdoa kepadaKu, aku bakal memperkenankan doanya. Siapa yang meminta kepadaKu, tentu bakal Kuberi. Serta siapa yang meminta ampun kepadaKu, tentu bakal aku ampuni’”. (HR Bukhari serta Muslim)

3. Bersedekah di Pagi Hari
Telah bukan rahasia lagi apabila sedekah adalah salah satu kunci untuk memperlancar rezeki, bahkan telah tak sedikit orang yang merasakan kegunaaan bersedakah ini. Nah, maka dari itu apabila  Engkau  ingin rezekinya lancar maka jangan lupa untuk bersedakah dipagi hari. Meskipun bersedekah bisa diwaktu kapan pun tetapi bakal lebih baik apabila diperbuat dipagi hari. Rasulullah SAW bersabda;

"Tidaklah berlalu pagi di setiap hari kecuali ada dua malaikat yang turun serta berdoa “Ya Allah berbagilah ganti pada yang berinfaq” Sedangkan malaikat yang satunya berdoa “Ya Allah berbagilah kebangkrutan bagi yang enggan berinfaq” (HR Bukhari serta Muslim)

4. Melaksanakan Sholat Dhuha
Kemudian terbaru adalah meperbuat sholat dhuha. Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan dipagi hari yaitu antara jam 7 pagi hingga jam 11 siang. Tak sedikit keutamaan dari sholat sunnah dhuha ini yaitu salah satunya bisa memperlancar rezeki. Rasulullah SAW bersabda;
"Engkau membersihkan dahak yang ada dalam Masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka apabila engkau tak menemukannya (sedekah setidak sedikit itu) maka dua rakaat dhuha telah mencukupimu". (HR Abu Dawud)

Itulah Inilah 4 Amalan di Pagi Hari Yang  DapatMendatangkan Rezeki bagi Anda, bahkan apabila dikerjakan rutin maka bakal membikin rezeki  Engkau  menjadi lancar.

oooooooooo
 
Copyright Blog,lathifatun qalbiah 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .