waspadalah dengan yang Namanya dosa
dari perselingkuhan.

 Berbagi informasi dari sebuah artikel dengan tema yang bisa diambil pelajaran ,buat peringatan dan perenungan dan penyadaran
bagi yang berfikir.. 

Semoga saja bermanfaat untuk kebaikan bagi yang membaca.:

*Cara mengatasi, Hukum dan Ciri Suami Istri selingkuh dalam Islam*

Tidak mudah mengambil sikap yang tepat saat menghadapi suami atau isteri selingkuh karena biasanya pasangan yang baru ditinggal selingkuh merasa sangat sakit hati, marah, pikiran kalut dan pada sebagian orang akan susah untuk berpikir jernih sehingga membutuhkan masukan positif dari orang lain, sedangkan jika salah curhat (pada lawan jenis) justru akan membuka jalannya perselingkuhan baru, Semoga tulisan saya ini dapat membantu pembaca yang mengalami keadaan tersebut.



Definisi Selingkuh

Untuk menyelesaikan permasalahan selingkuh perlu diperjelas dulu apa arti selingkuh. Selingkuh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah: suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong; 2 suka menggelapkan uang; korup; 3 suka menyeleweng.



Dalam hubungan perkawinan secara umum orang mengartikan selingkuh adalah zina.

Maaf sebelumnya, izinkan saya bertanya. Apakah anda sudah menikah dan hal diatas (perselingkuhan) sedang terjadi pada diri anda atau pasangan anda?

Jika anda jawab: Ya, Selamat ..!! karena anda atau pasangan anda yang berselingkuh akan mendapatkan 7 kesempatan “EMAS” yaitu :



1. Kesempatan emas pertama yaitu sebagai Balon (Bakal calon) bahan sate di NERAKA, Jika anda Wanita “paling hanya” akan ditusuk tepat di kemaluan dengan batang besi kasar berwarna merah karena panasnya sebagai balasan bagi wanita yang suka mengikuti nafsunya memasukkan “batang” yang tidak halal dikemaluannya, begitu juga bagi laki-laki yang suka menjepitkan “batangnya” di kemaluan yang tidak halal akan mendapatkan hal yang hampir sama yaitu batang kemaluannya di neraka akan dijepit dengan penjepit besi yang sangat luar biasa panasmya, sehingga Wanita dan laki-laki pezina ini akan menjerit-jerit dengan suara yang sungguh sangat-sangat keras karena sangat luar biasa rasa sakitnya akibat siksaan ini. Siksaan ini akan menyebabkan seluruh kulit kemaluan melepuh sampai kedalam dan akhirnya badanpun menjadi ikut terbakar karena sangat panasnya besi tersebut, tapi ” jangan khawatir” kulit yang terbakar hangus akan diganti dengan yang baru oleh Allah SWT, yang perlu dikhawatirkan adalah : Siksaan tersebut akan terjadi berulang ulang terus menerus tanpa ada batas waktu akhirnya alias SIKSAAN ABADI (selamanya / kekal didalamnya), setiap kali kulit rusak disiksa dan diganti normal lagi secara sekejab kemudian disiksa lagi agar mereka merasakan azab.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Alquran:

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.."(QS An Nisa 56)

"Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan."(QS. An Nisa 14)



Bagi sebagian orang yang DANGKAL pengetahuan agamanya gambaran siksa neraka itu seperti cerita dongeng pengantar tidur, tapi bagi yang mempunyai pengetahuan agama pasti akan berpikir dua kali untuk melakukan zina karena dia tahu siksa neraka yang paling ringan adalah sebagai berikut :

An-Nu’man bin Basyir r.a. berkata: Aku telah mendengar Nabi SAW. bersabda: Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka di hari kiamat, ialah orang yang di bawah telapak kakinya diletakkan bara api yang dapat mendidihkan otaknya. (HR Bukhari Muslim)



Jika anda termasuk anggota ”OSIS” ( Organisasi Suami Isteri Selingkuh bukan Organisasi Siswa Intra Sekolah lho.. ) dan belum mau keluar dari anggota serta berani menanggung resiko selingkuh, Nggak masalah..! Lewati saja test berikut agar anda semakin yakin dengan keanggotaan anda,

Bagi wanita, Test bisa dilakukan dengan cara: saat anda makan di warung sate atau ikan bakar, anda bisa dekatkan tangan anda pada api pembakaran dan rasakan… jangan sampai anda merasa bahan sate atau ikan yang dibakar adalah anda sendiri (meskipun akan begitu nantinya) atau diwaktu lain saat anda berada didapur coba rasakan sesaat saat memasak , dekatkan tangan anda pada api kompor .. rasakan .. itung -itung itu sebagai “latihan kecil ” untuk mendapatkan hadiah panas yang lebih besar lagi nantinya.

Bagi Laki-laki, Test bisa dilakukan dengan mendekatkan tangan pada korek api gas atau rokok menyala pada tangan anda dan rasakan Jika tangan anda tahan panas dekatkan sumber panas lebih dekat lagi… jika tangan anda tidak tahan panas … saya sungguh heran jika masih ada yang berani selingkuh ? kenikmatan farji perempuan atau bagi wanita “batang” laki-laki yang tidak halal sungguh tidak sebanding dengan siksa neraka yang harus ditanggung, Jika anda muslim anda pasti percaya isi Alquran itu 100% PASTI BENAR ( QS.An Nisa ayat 14 &56 diatas ).



Dijaman sekarang ini sungguh setan sudah sangat berkuasa atas manusia karena banyak suami atau isteri tidak takut siksaan diatas bakal terjadi pada dirinya meskipun diingatkan dan masih diberi kesempatan hidup tetap saja tidak mau bertobat, bahkan mungkin masih ada yang berani tersenyum sinis membaca tulisan ini, tapi tidak mengapa…. apakah pezina sombong ini masih bisa tersenyum saat maut datang padanya dan tidak punya kesempatan lagi untuk bertobat Nasuha (Tobat semurni-murninya / Benar-benar Tobat) . Enggan bertobat atau mengulur-ulur waktu bertobat biasanya terjadi pada laki-laki atau perempuan yang akal sehatnya telah ditutupi oleh nafsunya sendiri…. mereka berpikir selingkuh dan zina sudah umum dilakukan dan biasa terjadi pada orang lain jadi tidak mengapalah hampir semua orang melakukan …. sehingga banyak temannya, siksaan dahsyat pezina saat sakratul maut, di alam kubur dan di neraka pasti tidak akan terjadi. … Jelas itu adalah pikiran orang yang sangat tersesat jauh .. sahabat sejati setan penggoda lawan jenisnya…. Kasihan orang tua dari pezina ini Bapak Ibunya membesarkan dirinya dengan susah payah akhirnya hanya jadi pezina yang tidak peduli dengan siapapun kecuali pada pasangan zinanya…. Orang seperti ini memang pantasnya hanya di rajam sampai mati seperti pada jaman Rasullullah SAW baru akan sadar kalau dirinya telah salah jauh tersesat….



Jadi bagi pezina yang sombong yang keras hatinya dan telah disesatkan setan, membaca tulisan mengenai gambaran siksa seperti diatas hanya akan ditanggapi biasa saja tanpa ada rasa khawatir sedikitpun…. tapi saya ingatkan sekali lagi… untuk sekarang ini siksaan tersebut memang belum bisa dirasakan tapi tunggu tanpa diminta…. setelah maut menjemput silahkan rasakan akibatnya saat tiba awalnya yaitu rasa sakit saat sakratul maut (seperti dikuliti hidup-hidup) kemudian siksa di liang kubur baru siksa di neraka, Saya jamin 1 triliun persen pasti para pezina ini akan sangat menyesal nantinya… tapi ya itu tadi …sayangnya masih banyak pezina yang diberi kesempatan hidup dan diberi pengetahuan setelah membaca artikel ini masih tapi tetap saja tidak mau bertobat…



Siksa neraka abadi itu pasti terjadi , Benar saya tidak mengada-ada panasnya neraka jutaan kali dari panas yang ada dibumi . Dua kali lagi saya ingatkan Siksaan Paling Menyakitkan di Neraka PASTI TERJADI bagi pezina sombong yang tidak mau bertobat, Siksaan pedih dan abadi yang diceritakan di Al Quran 100% pasti benar, karena Alquran dijaga keasliannya oleh Allah SWT sendiri dari dulu sampai akhir zaman, buktinya : sampai sekarang Alquran tidak pernah dapat dipalsukan satu hurufpun jk sampai bisa dipalsukan pasti akan segera ketahuan karena Alquran dihafalkan oleh jutaan orang yang tersebar diseluruh didunia.



2. Kesempatan emas Kedua menerima hadiah tanpa dipotong pajak setelah mati yaitu : Siksa Kubur . tapi sayangnya Hadiah Siksa kubur ini hanya berlaku sampai hari kiamat tiba, jadi anda tidak dapat menikmati selamanya seperti di Neraka, Hadiah Siksa kubur bagi anggota “OSIS” akan lebih besar dibandingkan bukan anggota “OSIS” karena Selingkuh (Zina) adalah DOSA BESAR rangking 2 setelah dosa sirik. Siksa kubur akan menimpa pezina dari pagi sampai petang setiap hari sampai hari kiamat tiba sebagaimana firman Allah SWT menyiksa Firaun karena dosanya dalam surat Al Al Mu’min ayat 45-46

“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.” (QS. Al Mu’min: 45-46)

“Yang dimaksud dengan Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang adalah siksaan di alam barzakh (alam kubur). ” (Fathul Qodir, 4/705)



Dalam shahih Muslim, Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, keduanya dari Jarir, Zuhair berkata, Jarir menceritakan kepada kami, dari Manshur, dari Abu Wa`il, dari Masruq, dari Aisyah yang berkata,

“Ada dua orang nenek tua dari kalangan Yahudi Madinah masuk menemuiku dan berkata, ‘Sesungguhnya penghuni kubur itu diazab dalam kubur mereka.’ Aku (Aisyah) mendustakan mereka dalam hal ini karena memang tidak mau percaya begitu saja kepada mereka. Mereka berdua akhirnya keluar, dan masuklah Rasulullah SAW kepadaku langsung aku tanyakan, ‘Wahai Rasulullah, dua orang nenek Yahudi tadi masuk kepadaku dan mengatakan bahwa penghuni kubur itu diazab dalam kubur mereka. Rasulullah SAW bersabda, “Mereka benar, sesungguhnya penghuni kubur itu diazab dengan siksaan yang bisa didengar oleh binatang.” (Shahih Muslim, no. 586 dan Shahih Al-Bukhari, no. 6366).



3. Kesempatan emas Ketiga menerima Hadiah Belaian Sakratul Maut. Hadiah ketiga ini tentunya hanya dapat dinikmati sekali saja seumur hidup sebagai awal atau hidangan pembuka bagi pezina sebelum menikmati hadiah-hadiah “nikmat” lainnya,

Nikmatnya belaian sakratul maut dapat dibaca di Al Quran :

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata):” Keluarkanlah nyawamu “. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”. QS. al-An’am (6) : 93

dan

“Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai kerongkongan. Dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan”. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan). Dan kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau”. Al Qiyamah: 26-30



sedangkan rasa sakit sakratul maut dijelaskan oleh:

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya ” Lihat Jami’u Al Bayan Fii Tafsiri Al Quran (26/100-101) dan Fathul Qadir (5/75).



Sakratul maut dalam kitab Durratun Nasihin digambarkan rasanya seperti dikuliti kulit tubuhnya dalam keadaan hidup, sungguh sangat sangat menyakitkan hanya saja bagi para pezina saat sakratul maut keadaan menyakitkan ini tidak mudah untuk dilihat oleh orang umum kecuali oleh orang tertentu karena pezina ini tidak dapat berkata -kata sebab jiwanya sedang dicabut dan tidak dapat berinteraksi dengan menggerakkan tubuhnya kecuali matanya yang terbuka tidak terpejam karena terpana dengan hadiah yang bakal diterima …Hi.hi.hi … Sungguh asyikkan rasanya? beda dengan berzina yang rasanya sungguh menyakitkan… (maaf terlabik)



4. Kesempatan emas Keempat untuk dibunuh atau dirajam terutama bagi anda yang sudah menikah dan melakukan selingkuh (zina) apalagi zina dengan suami atau isteri orang lain akan lebih besar lagi kesempatannya di bunuh oleh pasangan dari yang anda selingkuhi karena dalam Islam membolehkan hal itu meskipun secara hukum negara KUHP dilarang.

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak halal darah seorang muslim, kecuali karena salah satu dari tiga hal: orang yang berzina padahal ia sudah menikah, membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya lagi memisahkan diri dari jama’ah (kaum muslimin)’.” (HR Bukhâri no.6878 dan Muslim 1676)



5. Kesempatan emas Kelima Berlibur Menginap Gratis di Hotel Prodeo selama 9 bulan alias Menginap di Penjara serta berurusan dengan Polisi jika suami atau istri selingkuhan sakit hati dan melaporkan perzinaan suami atau isterinya ke Polisi dengan membawa Bukti dan Saksi karena selingkuh / zina model ini adalah melanggar Pasal 284 KUHP yaitu termasuk kategori kejahatan dalam kesusilaan dengan ancaman hukuman 9 bulan kurungan penjara.



6. Kesempatan emas Keenam “Bercengkrama” Ribut Terus dengan Suami atau isteri dan berkesempatan berpisah dengan anak-anaknya.

Padahal dapat dipastikan jika pezina bercerai dan melanjutkan hidup dengan selingkuhannya sampai saat ini belum ada ceritanya akan bahagia. Untuk sementara memang akan bahagia tapi tidak selamanya karena karena kejadian selingkuh akan terjadi berulang (selingkuh lagi dengan yang lain) atau karena faktor lain seperti sifat atau hal yang terbuka dan baru terlihat setelah menjalani hidup dengan selingkuhannya. Banyak sekali contohnya untuk itu. Saat ini memang belum tapi nanti … tunggu buktikan sendiri.. pasti anda akan percaya 1000 %.



7. Kesempatan emas Ketujuh Mendapat Jaminan Hari Tua Tidak dihargai atau dirawat anak-anaknya karena anak-anaknya akan sakit hati teringat ibunya yang sengsara ditinggal selingkuh bapaknya begitu juga sebaliknya.

Sebagian orang menganggap selingkuh itu biasa asal tidak zina padahal sebenarnya selingkuh model ini yang justru berbahaya karena dapat menjerumuskan orang baik menjadi pezina tanpa disadarinya karena hubungan berjalan secara normal alami, melibatkan emosi dan saling membutuhkan, seperti berhubungan lewat telpon /sms dengan lawan jenis tanpa sepengetahuan suami /isterinya apalagi sampai membicarakan hal yang dapat membangkitkan rangsangan nafsu. Hubungan ini akan menimbulkan ketergantungan dan penyakit hati (rindu) yang berakibat akan mengurangi hak suami/ isterinya dan menyakiti hati suami/ isteri selain itu perbuatan ini juga akan membuka jalan zina, oleh karena itulah Allah SWT melarangnya sesuai dengan firman-Nya dalam Quran Surat Al Isro ayat 32 yang menyebutkan perbuatan mendekati zina dilarang .



Jika Selingkuh sampai terjadi Zina akan terlalu besar dosanya, Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam sampai menghalalkan darah seorang muslim yang selingkuh (zina) untuk dibunuh jika pelaku sudah pernah menikah (lihat hadist sahih dibawah) . Karena besarnya dosa itulah Setan selalu berusaha dengan cara apapun untuk mengajak seorang suami atau isteri selingkuh dengan cara memberikan pandangan tipuan agar orang lain lebih baik dari isteri atau suaminya ( kenyataannya memang tidak ada suami/ isteri yang sempurna pasti ada kekurangannya), dan parahnya lagi setelah perselingkuhan terjadi justru setan yang akan memberitahu kepada pasangannya adanya perselingkuhan tsb sehingga terjadi keributan dan akhirnya terjadi perceraian, itulah tujuan akhir dari Godaan setan untuk selingkuh yaitu Perceraian. Setelah pelaku selingkuh menjadi duda/ janda akan lebih bebas dan mudah tergoda nafsu sehingga terjadilah perzinahan abadi. Jadi bagaimanapun juga selingkuh PASTI ketahuan bagaimanapun rapatnya menutupi perselingkuhan karena ketahuan adalah bagian dari strategi utama setan menghancurkan pernikahan.



Selingkuh itu nikmat apapun bentuknya mau Selingkuh Ringan ataupun Selingkuh Berat sama nikmatnya bahkan akan terasa lebih nikmat dari suami atau isteri sendiri meskipun hanya sekedar sms. SMS dari selingkuhan akan lebih nikmat dari suami/ isteri sendiri ini karena ada SETAN yang ikut berperan didalamnya yang masuk dalam jiwa dan pikiran baik saat awal kenalan, sms/ chatting berbicara, bersentuhan dan akhirnya berzina. Setan akan ikut secara penuh didalamnya dan tidak akan pernah berhenti ikut campur sampai manusia itu ada niat berusaha sendiri secara keras dan meminta pertolongan Allah untuk bisa berhenti .



“Langkah terbaik menghindari / berhenti dari perselingkuhan adalah tidak lagi menjalin komunikasi atau berduaan dengan lawan jenisnya tanpa didampingi muhrim”

Jika anda masih melakukan selingkuh tetapi belum diketahui pasangan anda atau orang lain, saran saya segera saja berterima kasih dan mohon ampun kepada Allah karena Allah telah menutupi aib anda, segeralah berhenti dan bertobat kepada Allah selagi masih ada kesempatan sebelum terbuka Aib dan ajal menjemput anda, Jangan lupa terbukanya aib akan merubah kehidupan anda yang semula tenang dan terhormat menjadi gelisah dan memalukan apalagi jika sampai ajal terjadi sudah tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat.

Allah Maha Pengasih dan Penyayang juga Maha Pengampun, jadi apapun dosa kita (kecuali sirik) jika kita mau mohon ampun secara sungguh-sungguh pastilah Allah mengampuni kita .

(Bagi yang belum menikah dan berzina jangan khawatir anda masih bisa mendapatkan kesempatan emas 1,2 dan 3)

Jika anda jawab : Tidak. Bersyukurlah kepada Allah karena Allah telah melindungi dan telah memberikan hati yang baik bagi anda. Semoga Allah selalu memberi ketetapan iman bagi anda.

Berhati-hatilah bergaul dengan lawan jenis karena setan dan para pembantunya dengan berbagai cara akan selalu berusaha menjerumuskan kita untuk berbuat selingkuh / zina.



Hukum Al Quran dan Hadist Sahih Bukhari Muslim tentang selingkuh / zina

Dalam Islam perbuatan mendekati zina dilarang apalagi sampai zina sungguh sangat dilarang oleh Allah, sesuai dengan firman Allah :

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.(QS. Al Isro 32)

Bagi yang mengaku beragama Islam dan melakukan zina jika tahu hukuman Allah dan sesama muslim sangat berat , pasti akan menyesal seumur hidupnya dan berpikir ribuan kali untuk melakukan zina karena pezina yang sudah pernah menikah, di Islam tidak ada hukuman lain kecuali dibunuh atau dirajam sampai mati, beda bagi yang belum pernah menikah cukup di cambuk 100 kali tanpa belas kasihan, memang Indonesia adalah negara yang mempunyai penganut Islam terbesar di dunia (207juta / 88% islam ) dan tidak menggunakan syariat islam untuk memutuskan suatu perkara perzinaan, tapi bagi muslim yang takut hukuman Allah di akhirat akan jauh lebih berat daripada hukum di dunia maka jika mampu pasti akan melaksanakan hukuman ini atau setidaknya bertobat nasuha untuk perbuatan ini. Saya hanya menyampaikan hal yang sebenarnya hukuman Allah bagi pezina, coba perhatikan Al quran dan dijelaskan oleh Hadist Nabi SAW dibawah:



dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik (QS. Al Maidah 49)



(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam) nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. QS. An Nuur 1-2)



Ayat diatas sangat jelas perintah Allah kepada Masyarakat muslim dan pezina yang wajib melaksanakan hukuman yang telah ditetapkan Allah jika tidak ingin ditimpakan musibah karena hal tsb



Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak halal darah seorang muslim, kecuali karena salah satu dari tiga hal: orang yang berzina padahal ia sudah menikah, membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya lagi memisahkan diri dari jama’ah (kaum muslimin)’.” (HR Bukhâri no.6878 dan Muslim 1676)



Hadist ini sangat jelas mengatakan seorang yang berzina dan ia telah menikah halal dibunuh selain pembunuh dan muslim yang murtad

Ada seorang lelaki, yang sudah masuk Islam, datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengakui dirinya berbuat zina. Nabi berpaling darinya hingga lelaki tersebut mengaku sampai 4 kali. Kemudian beliau bertanya: ‘Apakah engkau gila?’. Ia menjawab: ‘Tidak’. Kemudian beliau bertanya lagi: ‘Apakah engkau pernah menikah?’. Ia menjawab: ‘Ya’. Kemudian beliau memerintah agar lelaki tersebut dirajam di lapangan. Ketika batu dilemparkan kepadanya, ia pun lari. Ia dikejar dan terus dirajam hingga mati. Kemudian Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan hal yang baik tentangnya. Kemudian menshalatinya” (HR. Bukhari no. 6820)

Hadist ini juga jelas mengatakan bahwa pezina yang sudah menikah hukumannya adalah di razam sampai mati.



Apakah ancaman hukum Allah dalam Al quran dan diperjelas oleh Nabi SAW belum cukup untuk menghentikan perselingkuhan dan melakukan zina?



Berhati-hatilah jika sewaktu–waktu Allah tanpa diketahui saatnya (mungkin nanti, besok malam atau lusa ) menyuruh malaikat izrail mencabut nyawa pezina sombong

Hanya satu permintaan orang yang telah mati kepada Allah saat dikubur yaitu minta dihidupkan kembali di dunia untuk bertobat atas segala dosa-dosanya karena ia tahu hukuman yang ditimpakan Allah kepadanya akan sangat berat dan tidak akan mampu dirinya bertahan tapi tetap saja hukuman diberikaan tanpa tiada akhir dan berkesudahan. Tidak percaya ? Simak ayat Al quran dibawah:

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (QS. Al Mu’minuun 99-100)

Demikianlah untuk dijadikan pengetahuan bagi orang yang beriman untuk tidak melakukan perbuatan selingkuh atau zina



Tanda – tanda suami / isteri selingkuh

Sering meninggalkan sholat terutama subuh, mulai suka bohong dan lupa akan tugas dan kewajibannya sebagai suami /isteri dalam rumah tangga.
Dalam keseharian tidak perhatian dan tidak mesra dalam hubungan suami isteri jika bicara suka berbantahan banyak alasan
Pergi Pagi Pulang Malam dan suka berlama –lama di pekerjaan dengan alasan lembur jika pergi keluar kantor tidak izin suami / isteri
Mencari-cari alasan untuk bisa pergi keluar sendiri dan tidak mau ditemani
Handpone di password jika dihidupkan suara ringtone di silence
Jika bepergian sulit dihubungi atau jika bisa dihubungi hanya sebentar dan mati lagi serta mempunyai no hp lain tanpa sepengetahuan suami / isteri
Tidak mau putus hubungan dengan Handphone dan internet
Sibuk SMS dimana saja tanpa kenal waktu dan pergi saat menerima telpon, jika ada anda gugup dan akan bilang nanti saya hubungi atau telpon langsung dimatikan tanpa dijawab
Jika pulang dari bepergian akan langsung kebelakang untuk menghilangkan jejak perselingkuhan
Biasanya cuek tapi tiba-tiba perhatian untuk menutupi perselingkuhan
Beli pakaian baru yang tidak biasa, suka berdandan dan memakai minyak wangi
Ada 1 lagi tapi ini rahasia karena pasti benar 100% selingkuh…. (silahkan comments saya kirim by email)



Cara mengatasi Suami atau Istri yang selingkuh dalam Islam

Untuk mengatasi suami atau isteri selingkuh kenali dulu tanda-tandanya untuk mencegah perselingkuhan selain itu perhatikan kurangnya kebutuhan lahir batin dari pasangannya, kurang perhatian dan meyepelekan pasangan, kondisi kejiwaan dan jauh dari suami/ isteri, kemajuan teknologi serta kurangnya pengawasan suami/isteri yang mendorong terjadinya perbuatan selingkuh.

Meskipun untuk berselingkuh tergantung dari keimanan masing –masing pelakunya, akan tetapi bila tidak hati-hati kita akan tergelincir dalam lingkaran perselingkuhan yang awalnya sama sekali tidak menginginkannya.

Hanya dengan selalu ingat kepada Allah dengan tidak meninggalkan Shalat dan menjadi suami / isteri soleh yang berderajad tinggi bukan derajad Pelacur selingkuh dapat dihindari

Jika suami atau isteri terlanjur selingkuh jangan khawatir pasti ada jalan keluarnya asal selalu dekat dan yakin dan mau berusaha mencari jalan keluar dan beriktiar kepada Allah SWT pasti semua masalah akan selesai.



Jika suami atau isteri :

1. Selingkuh Ringan

Selingkuh ringan artinya suami/isteri melakukan Perbuatan mendekati zina belum zina yang sebenarnya seperti : sms mesra , telpon mesra , chatting mesra, ketemuan dan berduaan dengan laki / perempuan tanpa izin suami atau isterinya.

Selingkuh Ringan adalah awal dari Selingkuh berat (Zina)

Perbuatan ini pasti akan menyakiti hati anda, merendahkan kehormatan serta menyepelekan anda. Agar perselingkuhan model ini cepat terselesaikan dan tidak berkembang menjadi Selingkuh Berat secepatnya dilakukan perbaikan hubungan dengan suami / istri yaitu dengan cara melakukan diskusi dari hati-kehati pada waktu dan suasana yang tepat agar maksud dan tujuan tercapai caranya:

- Benahi dulu kondisi mental anda, Tidak perlu marah2 meskipun anda tahu semua itu adalah kesalahan suami / isteri bukan anda, marah tidak akan menyelesaikan masalah, tenangkan diri anda agar dapat berfikir jernih, tambah ibadah seperti sholat sunat rawatib, tahajjud, hajad dan berdzikir sebanyak-banyaknya agar hati menjadi tenang serta buat kesibukan positif.

- Sebelum berdiskusi, koreksi diri anda sendiri dulu dan jawablah pertanyaan kenapa suami / isteri anda selingkuh jika anda tahu jawabannya itulah solusinya. Coba ubah diri anda dulu sesuai perkiraan kemauan suami / isteri karena bagaimanapun juga suami / isteri anda dulu mencintai anda

- Pada waktu dan suasana yang tepat berdandalah yang rapi ganteng / cantik dan pakaian sexy, memakai parfum kesukaan suami /isteri tapi jangan berhubungan sexual dulu, tanyakan pada suami / isteri anda alasan dia selingkuh, jika tidak mau mengungkapkan pancing dengan mengatakan hal –hal yang paling tidak disukai dari suami / isteri yang tidak menyakti hati pasangan agar dia mau mengungkapkan hal yang tidak disukai pada anda jadikan informasi ini sebagai tambahan koreksi terhadap diri anda sendiri

- Setelah suami / isteri mengungkapkan seluruh isi hatinya, Minta maaflah anda karena bagaimanapun juga salah satu factor kekurangan diri anda menjadikan suami / isteri anda selingkuh.

- Katakan pada suami / isteri bahwa anda janji akan merubah sikap anda begitu juga dengan suami / isteri anda diminta untuk berjanji mengubah perilakunya.

- Nasehati dengan baik dan tambahkan perhatian serta kasih sayang serta tanyakan apa yang diinginkan pasangan agar bisa menghentikan perselingkuhan, berikan bimbingan dengan cara yang baik usahakan ayat Al Quran dan Hadis diatas bisa dibaca atau dimengerti oleh suami / isteri anda.

- Ulangi buat perjanjian dengan suami atau isteri selingkuh yang isinya jika diulang lagi sampai batas tertentu anda tidak akan segan untuk menggugat cerai suami atau mencerai istri

- Sambil menunggu waktu berlalu , cari informasi tentang pasangan selingkuh suami /isteri sebelum menuduh suami isteri selingkuh, catat no hp, alamat rumah maupun pekerjaan , datangi baik-baik dan minta tolong kepada pasangan selingkuh agar tidak mengganggu suami atau isterinya buat perjanjian jika masih selingkuh akan di laporkan ke orang tuanya, suami / isterinya atau atasannya .

- Jika masih saja tetap selingkuh ringan tanyakan pada suami / isteri apakah masih ingin meneruskan perkawinan atau tidak beri waktu untuk berfikir dan memutuskan.

- Jika sudah sampai 3 kali suami / isteri tetap saja selingkuh ringan jangan ragu untuk menggugat cerai karena sebenarnya suami atau isteri anda sudah zina yang sebenarnya .



2. Selingkuh Berat

Jika suami / isteri anda tidak hanya selingkuh ringan tapi sudah melakukan perbuatan zina

untuk Suami jangan ragu untuk segera menceraikan isteri anda (Dalil menyusul ), atau melaporkan perselingkuhan tersebut ke polisi atas pelanggaran Pasal 284 KUHP yaitu termasuk kategori kejahatan dalam kesusilaan atau perlakukan orang yang menyelingkuhi isteri anda menggunakan dalil hadist nabi diatas.

Tapi bagi Isteri yang suaminya selingkuh dan tidak ingin mengajukan gugatan cerai pada suami, ada pahala dari Allah untuk kesabaran dan keikhlasan anda. Pertimbangkan dengan matang untuk mengambil sikap jika suami selingkuh dengan melihat faktor :

1. Sifat dasar suami dilihat dari ketekunan dan pengetahuan agama, komitmen, tanggung jawab, Sifat dan kemungkinan tidak berbuat selingkuh lagi serta kesungguhan suami untuk bertobat

2. Kondisi diri pribadi anda seperti umur, kesempatan menikah lagi, ada tidaknya calon pengganti, status, jaminan hidup kedepan dll

3. Masa depan anak anda, kebahagiaan keluarga besar anda dan suami dll

Faktor – faktor diatas bisa membantu anda untuk mengambil keputusan jika suami selingkuh.

Tapi jika anda masih mencintai suami dan anda rela untuk berbagi dengan mempertimbangkan faktor diatas tidak ada salahnya anda memberi kesempatan pada suami untuk membina rumah tangga lagi karena secara Islam seorang suami boleh beristeri lebih dari satu jika Mampu dan Adil sedangkan wanita tetap tidak boleh bersuami dua meskipun mampu dan adil.

Untuk mendapatkan ketenangan batin dan ditunjukkan Allah jalan terbaik mengatasi segala masalah yang ditimbulkan akibat suami / isteri selingkuh, Islam memberikan cara yang sangat MANJUR yaitu Ikhlas dengan apa yg diberikan Allah , Sholat Tahajjud di 1/3 malam terakhir (jam 02.30-03.30) malam) dan pagi-siang-sorenya melakukan zikir Ya Allah….. dan Sholawat Nabi : Sallahu ala Muhammad ….. sebanyak-banyaknya agar hati menjadi tenang…



Semoga manfaat
Problema Rumah Tangga
 diantaranya....


 Pembaca, kecantikan istri memang tidak bisa menjadi garansi awet atau tidaknya sebuah pernikahan. Berapa banyak kasus perceraian di sekitar kita dari kelas orang biasa, hingga orang-orang tersohor yang memiliki istri berwajah ayu rupawan, berperangai halus, sopan, sayang keluarga, terlihat begitu sempurna. Namun, acapkali harus mengalami perpecahan hingga pupusnya biduk rumah tangga dengan adanya motif orang ketiga dari pihak suami.

Ketika melihat realita kehidupan  pernikahan yang demikian, bukan satu, dua orang yang tercengang dan bertanya dalam hati, jika kecantikan istri ternyata tidak bisa menjadi jaminan bahwa sebuah rumah tangga akan kekal abadi sampai nanti di surge-Nya. Apakah betul demikian? Ataukah memang  dasarnya suami yang suka main perempuan alias bermata keranjang?

  Pembaca, ada para suami yang meskipun telah dikaruniai kenikmatan memiliki seorang istri yang berwajah cantik jelita dan terkadang hampir semua laki-laki menginginkannya, namun ada saja alasan yang menjadikan suami berpaling mata, bermain di belakang, mencari mangsa perempuan lain untuk dijadikan tambatan kedua bagi hatinya. Padahal orang lain melihat tak ada yang kurang dari sosok istrinya. Kecantikan yang barangkali hampir semua orang tak meragukannya. Perilaku baik, lantas apa lagi? mungkin begitulah, suami yang memiliki kebiasaan bermain dengan perempuan akan sulit
baginya untuk menghilangkan dan meninggalkan perilakunya yang suka mendua, dengan berbagai alibi yang notabene tak masuk akal.

Sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 30 yang artinya: "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara
kemaluannya yang demekian itu lebih suci bagi mereka, sungguh  Allah lebih tahu apa yang mereka perbuat( QS An-Nur 30)     Awal mula terjadinya ketertarikan terhadap wanita lain, selain istrinya adalah suami tidak menjaga pandangannya. Mata yang dibiarkan liar melihat wanita-wanita yang bukan istrinya akan menjadi santapan empuk bagi setan untuk menyesatkan pandangan yang tak halal menjadi sebuah ketertarikan.
Meskipun istrinya sudah cantik bak bidadari, ketika mata sudah tertutup nafsu kemaksiatan maka yang tampak hanyalah sebuah khayalan tipu daya setan. Wanita yang tidak lebih cantik dari istri akan terlihat lebih menawan, memesona, dan memiliki daya pikat yang luar biasa. Itulah halusinasi yang diciptakan oleh setan akibat dari lemahnya suami dalam menjaga pandangannya.

Sahabat, kebahagiaan hakiki dan langgengnya sebuah rumah tangga tidaklah didasari oleh kecantikan istri semata. Tak sedikit pasangan suami dengan istri yang berwajah biasa-biasa saja atau bahkan dengan istri yang memiliki cacat fisik, namun rumah tangganya tentram hingga akhir hayatnya. Meskipun kecantikan istri kadang menjadi kebanggan tersendiri, namun yang lebih penting adalah bagaimana menjaga agar kecantikan istri itu bisa menjadi kedamaian bagi suami, penutup nafsu syahwat suami sehingga tak ada ketertarikan suami pada perempuan- perempuan lain yang bukan istrinya.

Selain itu, tentunya hal yang paling penting dan menjadi dasar utama yakni bagaimana agar suami bisa menjaga dirinya, menahan matanya dari melihat perempuan-perempuan yang banyak berkeliaran di luar dengan aneka rupa. Di samping itu juga penting bagi suami memperkuat pertahanan keimanannya serta menjauhi kawan atau lingkungan yang bisa menarik dirinya ke jurang kenistaan yang akan memberi noda hitam bagi kehidupan rumah tangganya.

Sahabat, menjaga pandangan bagi suami itu sangatlah penting, agar tidak mengarah pada zina mata yang mengusung predikat jelek sebagai suami mata keranjang. Nikmatilah satu-satunya kecantikan istri menjadi sebuah pelabuhan cinta yang tiada batasnya. Kecantikan adalah sesuatu yang sifatnya relatif, akan tetapi untuk suami, kecantikan istri adalah segala-galanya.
Nara sumber (ummi-online)

Wahai Para Suami

;Jangan Sakiti Istrimu, Karena Akan Membuat Rezekimu Berkurang;

 Suami yang merupakan imam memiliki kedudukan penting keluarga. Mereka bertugas menjadi pemimpin dan memastikan kebutuhan keluarga tercukupi. Dengan kedudukan yang krusial ini, tidak jarang suami yang tidak menghargai posisi istri.

Terlebih jika istri tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga saja. Maka dengan dominasi finansial ini, suami kerap kali melakukan tindakan seenaknya yang dapat melukai hati istri.
Padahal menyakiti istri merupakan tindakan yang dapat menutup rezeki.  Membahagiakannya menjadi salah satu jalan pembuka pintu rezeki yang paling lebar untuk keluarga. Lantas bagaimana bisa melukai hati istri bisa buat rezeki seret?
1. Mood Istri yang Buruk Akan Menular
Jika tidak bisa mengungkapkan kepada suami tentang sakit hati yang dirasakannya, biasanya istri akan memendam perasaan kecewa tersebut. Dalam kadar yang besar, perasaan sakit hati dan kecewa ini akan memperburuk mood mereka. Perasaan negatif ini lama-lama akan semakin membesar dan berpengaruh kepada seluruh keluarga. Perasaan yang buruk akan menunda rezeki baik yang akan datang.
Untuk itu segeralah untuk memperbaiki kondisi mood istri. Sudah banyak terjadi suami yang bertengkar dengan istri selalu terhalang-halangi saat mencari rezeki. Bisa saja ban kendaraan pecah, bahkan hingga kecelakaan yang sering dialami setelah dua orang ini saling bertengkar.
2. Istri Menjadi tidak Bersyukur
Suami yang menyakiti istri baik dalam bentuk ucapan atau tindakan sebaiknya berhati-hati. Pasalnya doa mereka terhadap para suami dalam kondisi terluka ini akan segera dihijabah. Mereka juga menjadi tidak bersyukur atas apa yang sudah anda berikan kepadanya.
Bahkan terkadang suami justru didoakan tidak diberi rezeki agar menjadi lebih baik kepadanya. Karena biasanya, pria akan berubah ketika memiliki uang lebih. Sehingga tidak jarang dalam hati istri mendoakan agar suami justru tidak diberi rezeki agar kembali menjadi pribadi yang baik kepadanya.
3. Suami tidak Dilayani dengan Baik
Hal ini tentu sering dilakukan oleh istri yang hatinya dilukai. Mau tidak mau tindakan mereka mencerminkan hati yang sakit yang mereka rasakan. Hati istri yang terluka biasanya tidak ikhlas ketika melayani suaminya.
Hal ini tentu membuat suami juga menjadi tidak tenang dalam mencari nafkah. Ketika sudah lelah dengan banyak pekerjaan, mereka pun harus menghadapi istri yang muram di rumah. Akhirnya karena sama-sama berpikiran negatif, maka akan menutup kebaikan yang akan datang termasuk urusan rezeki. Suami pun menjadi tidak semangat ketika harus bekerja dengan kondisi seperti ini.
4. Suami Tidak Didukung
Tidak bisa dipungkiri perasaan sakit hati ketika disakiti suami akan berdampak terhadap tindakan istri. Salah satunya istri tidak lagi menjadi pendukung yang hebat bagi suaminya. Suami dibiarkan berjuang sendirian karena istri berpaling tidak mempedulikannya lagi. Dengan begini, suami tidak punya semangat untuk selalu bangkit lagi setiap menghadapi kesulitan.
5. Berpengaruh dalam Mendidik Anak
Istri yang tidak bahagia tidak bisa diandalkan dalam mendidik anak yang bahagia dan berguna. Kekecewaan terhadap suami akan berdampak pada perilaku mereka terhadap anak. Padahal rezeki bisa datang darimana saja, termasuk dari anak. Rezeki juga bukan hanya berupa uang, tapi juga berupa anak-anak sholeh yang menemui orangtuanya dengan wajah bahagia setiap hari.
Nah, itulah alasannya kenapa istri yang tidak bahagia bisa bikin rezeki seret. Mungkin saja diantara anda ada yang pernah mengalami hal ini. Untuk itu bersegeralah saling introspeksi diri dan minta maaf. Bukankah dia adalah satu-satunya orang yang akan menemani anda hingga tua?  Karena anak-anak anda akan lebih memilih hidup bersama dengan suami atau istrinya ketika mereka sudah berkeluarga, dan hanya ada istri yang setia menemani hingga masa tua. 
 


Jika Suami Menyakiti Istri,,, Berarti Dia Duhaka Pada Allah 

Kehidupan suami istri yang rukun, damai, sejahtera dan bahagia adalah dambaan kebanyakan orang. Tetapi yang namanya rumah tangga, pasti ada saja yang namanya masalah.

Kecil besarnya permasalahan dalam rumah tangga itu adalah bergantung cara kita menyikapinya serta bagaimanakah mencari solusi terbaik untuk masalah yang ada. Makanya ada arti ‘menyelesaikan suatu permasalahan lewat cara kekeluargaan’, artinya bila ada permasalahan, janganlah dibawa keluar agar masalah itu tak semakin besar disebabkan campur tangan orang luar.

Nah, pasti kita telah sering dengar ‘istri durhaka’ ya kan? tetapi pernahkah anda mendengar ‘suami durhaka’? Mungkin saja jawaban dibawah ini dapat menjelaskannya mengapa jarang kita dengar kalimat ‘suami durhaka’.
Seorang Bertanya :

“Kalau isteri menyakiti hati suami, tandanya durhaka pada suami. Namun bagaimanakah bila suami sakiti hati isteri.? ”


Jawaban Ustadz :

“BERDOSA juga lah. Namun tak ada istilah suami durhaka pada isteri, namun suami akan ditandai Malaikat juga sebagai durhaka pd Allah SWT.
Karena isteri, rezekimu bertambah.
Kerana isteri, jadi lahirlah zuriatmu.
Kerana isteri, makan, pakaian mu dijaga.
Kerana isteri, tenang hati mu.
Kerana isteri, lembut panorama mata mu.
Kerana isteri yaitu satu2 nya manusia yang bisa lihat cacat cela mu yang tersembunyi dari pandangan mata mu serta masih tetap menerima mu apa adanya.
Jangan sampai sakiti hati mereka, ingatlah setiap pengorbanan mereka, meskipun kecil dimata
mu, baginya besar untuk dianya.
Tiap-tiap peluh yang menitik, yang dikerja untuk keluarganya, tiap-tiap airmata yang menitis untuk anak-anak serta suaminya yaitu salah satu tanda, dia isteri yang terbaik buat anda.. wahai yang bergelar suami.

Renungan sekilas lalu…

Kenapa WANITA sering menangis?? Jawab Allah :
Kerana WANITA itu unik. Saya buat ia sebagai makhluk istimewa.
KU kuatkan bahunya utk melindungi anak2nya,
KU lembutkan hatinya utk berikan rasa aman,
KU kuatkan rahimnya utk menaruh benih manusia,
KU teguhkan peribadinya utk selalu berjuang waktu yg lain
menyerah,
KU beri dia naluri utk terus menyayangi, walaupun dikhianati oleh
rekan, walaupun disakiti oleh orang yg disayangi.

WANITA makhluk kuat. Namun bila satu waktu dia menangis itu kerana KU beri air mata untuk
membersihkan luka batin & memberi kemampuan baru.
WANITA sangat istimewa…
…. Kirimkan pada WANITA yg anda sayangi…
…. Kirimkan juga pada lelaki agar mereka menghormati WANITA dan
supaya tau bahwa WANITA….. ciptaan Allah yang istimewa..
 

 
Fenomena 


Kehidupan yang semakin bebas di zaman sekarang,Pergaulan ,nostalgiaan,Reunian dan segala macam peluang hubungan antara lawan jenis semakin tak terbatas apalagi get-get yang sudah bisa di genggam ditangan banyak disalah gunakan,sehingga banyaklah hubungan pasangan suami istri
semakin rapuh karena godaan godaan dari luar yang dicari ,

Selanjutnya dengan judul" Hukum Merusak Rumah Tangga Orang Lain dalam Pandangan Islam'
 
Mari simak kelanjutannya bagus untuk direnungkan.
 
Dari Abî Hurairah –radhiyallâhu ‘anhu- ia berkata: “Rasulullâh – shallallâhu ‘alaihi wa sallam – bersabda: ‘Siapa menipu dan merusak (hubungan) seorang hamba sahaya dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami, dan siapa yang merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah dari kami’”. [Hadîts shahîh diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzâr, Ibn Hibbân, Al-Nasâ-î dalam al-Kubrâ dan Al-Baihaqî].

Teks Hadîts

Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam – bersabda:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (( مَنْ خَبَّبَ عَبْدًا عَلَى أَهْلِهِ فَلَيْسَ مِنَّا، وَمَنْ أَفْسَدَ اِمْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا )) [حديث صحيح رواه أحمد والبزار وابن حبان والنسائي في الكبرى والبيهقي]

Takhrîj Hadîts

Hadîts ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad [juz 2, hal. 397], Al-Bazzâr [lihat Mawârid al-Zham'ân juz 1, hal. 320], Ibn Hibbân dalam shahîh [juz 12, hal. 370], Al-Nasâ-î dalam Al-Sunan al-Kubrâ [juz 5, hal. 385], dan Al-Baihaqî dalam Al-Sunan al-Kubrâ [juz 8, hal. 13], juga dalam Syu’abu al-Îmân [juz 4, hal. 366, juz 7, hal. 496].

Syekh Nâshir al-Dîn al-Albânî menilai hadîts ini sebagai hadîts shahîh [Silsilah al-Ahâdîts al-Shahîhah hadîts no. 325].

Kandungan Hadîts

Secara garis besar hadîts ini berisi kecaman keras terhadap dua perbuatan, yaitu:

1. Mengganggu seorang pelayan, atau pembantu atau budak yang telah bekerja pada seorang tuan, sehingga hubungan di antara pelayan dan tuannya menjadi rusak, lalu sang pelayan pergi meninggalkan tuannya, atau tuannya memecat dan mengusir sang pelayannya.

2. Mengganggu seorang wanita yang berstatus istri bagi seorang lelaki, sehingga hubungan di antara suami istri itu menjadi rusak, lalu sang istri itu meminta cerai dari suaminya, atau sang suami menceraikan istrinya.

Bentuk-Bentuk Gangguan dan Tindakan Merusak

Ada beragam bentuk dan cara seseorang merusak hubungan diantara suami istri, di antaranya adalah:

1. Berdoa dan memohon kepada Allâh –subhânahu wa ta’âlâ- agar hubungan seorang wanita dengan suaminya menjadi rusak dan terjadi perceraian di antara keduanya.

2. Bersikap baik, bertutur kata manis dan melakukan berbagai macam tindakan yang secara lahiriah baik, akan tetapi, menyimpan maksud merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya (atau sebaliknya). Perlu kita ketahui terkadang sihir itu berupa tutur kata yang memiliki kemampuan “menghipnotis” lawan bicaranya. Rasulullâh –shallallâhu ‘alahi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya sebagian dari sebuah penjelasan atau tutur kata itu adalah benar-benar sihir”. (H.R. Bukhârî dalam al-Adab al-Mufrad, Abû Dâwud dan Ibn Mâjah. Syekh Albânî menilai hadîts ini sebagai hadîts hasan [silsilah al-ahâdîts al-shahîhah, hadîts no. 1731]).

3. Memasukkan bisikan, kosa kata yang bersifat menipu dan memicu, serta memprovokasi seorang wanita agar berpisah dari suaminya (atau sebaliknya), dengan iming-iming akan dinikahi olehnya atau oleh orang lain, atau dengan iming-iming lainnya. Perbuatan seperti ini adalah perbuatan tukang sihir dan perbuatan syetan (Q.S. Al-Baqarah: 102). Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya Iblis menempatkan singgasananya di atas air, lalu menyebar anak buahnya ke berbagai penjuru, yang paling dekat dengan sang Iblis adalah yang kemampuan fitnahnya paling hebat di antara mereka, salah seorang dari anak buah itu datang kepadanya dan melapor bahwa dirinya telah berbuat begini dan begitu, maka sang Iblis berkata: ‘kamu belum berbuat sesuatu’, lalu seorang anak buah lainnya datang dan melapor bahwa dia telah berbuat begini dan begitu sehingga mampu memisahkan antara seorang suami dari istrinya, maka sang Iblis menjadikan sang anak buah ini sebagai orang yang dekat dengannya, dan Iblis berkata: ‘tindakanmu sangat bagus sekali’, lalu mendekapnya”. (H.R. Muslim [5032]).

4. Meminta, atau menekan secara terus terang agar seseorang wanita meminta cerai dari suaminya atau agar seorang suami menceraikan istrinya dengan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at. Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita meminta (kepada suaminya) agar sang suami mencerai wanita lain (yang menjadi istrinya) dengan maksud agar sang wanita ini memonopli ‘piringnya’, sesungguhnya hak dia adalah apa yang telah ditetapkan untuknya”. (Hadîts muttafaq ‘alaih).

Bentuk-bentuk seperti ini sangat tercela, dan termasuk dosa besar jika dilakukan oleh seseorang kepada seorang wanita yang menjadi istri orang lain, atau kepada seorang lelaki yang menjadi suami orang lain.

Dan hal ini semakin tercela lagi jika dilakukan oleh seseorang yang mendapatkan amanah atau kepercayaan untuk mengurus seorang wanita yang suaminya sedang pergi atau sakit dan semacamnya. Sama halnya jika dilakukan oleh seorang wanita yang mendapatkan amanah atau kepercayaan untuk mengurus keluarga seorang lelaki yang istrinya sedang pergi atau sakit dan semacamnya.

Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Keharaman wanita (istri yang ditinggal pergi oleh) orang-orang yang berjihad bagi orang-orang yang tidak pergi berjihad (yang mengurus keluarga mujahid) adalah seperti keharaman ibu-ibu mereka, dan tidak ada seorang lelaki pun dari orang-orang yang tidak pergi berjihad yang mengurus keluarga orang-orang yang pergi berjihad, lalu berkhianat kepada orang-orang yang pergi berjihad, kecuali sang pengkhianat ini akan dihentikan (dan tidak diizinkan menuju surga) pada hari kiamat, sehingga yang dikhianati mengambil kebaikan yang berkhianat sesuka dan semaunya”. (H.R. Muslim [3515]).

Salah satu bentuk pengkhianatan yang dimaksud dalam hadîts Muslim ini adalah merusak hubungan keluarga sang mujahid, sehingga bercerai dari suaminya.

Bentuk pengkhianatan yang lebih besar lagi adalah –na’ûdzu billâh min dzâlik- berzina dengan keluarga sang mujahid.

Termasuk dalam pengertian mujahid ini adalah seseorang yang mendapatkan tugas dakwah, atau menunaikan ibadah haji atau umrah, atau bepergian yang mubah, lalu menitipkan urusan keluarganya (istri dan anak-anaknya) kepada orang lain. Dalam hal ini, jika yang mendapatkan amanah berkhianat, maka, ia termasuk dalam ancaman hadîts Muslim ini.

Mirip-mirip dengan hal ini adalah jika ada seseorang yang karena kapasitasnya, mungkin karena ia adalah seorang tokoh, atau pimpinan sebuah organisasi atau kiai, atau ustadz, atau semacamnya yang diamanahi untuk mendamaikan hubungan suami istri orang lain yang sedang rusak atau terancam rusak, akan tetapi, ia malah mengkhianati amanah ini.

Hukum Merusak Rumah Tangga Orang Lain

a. Hukum Ukhrawî

Para ulama’ bersepakat bahwa hukum mengganggu dan merusak hubungan sebagaimana dimaksud dalam hadîts nabi di atas adalah haram (lihat al-mausû’ah al-fiqhiyyah, pada bâb takhbîb), maka siapa saja yang melakukannya, maka ia mendapatkan dosa dan diancam siksa di neraka.

Bahkan Imam Al-Haitsamî mengkategorikan perbuatan dosa ini sebagai dosa besar.

Dalam kitabnya Al-Zawâjir ‘an Iqtirâf al-Kabâir beliau menyebutkan bahwa dosa besar yang ke 257 dan 258 yaitu merusak seorang wanita agar terpisah dari suaminya dan merusak seorang suami agar terpisah dari istrinya.

Alasannya, hadîts nabi –shallallâhu ‘alaihi wa sallam – di atas menafikan pelaku perbuatan merusak ini dari bagian umat beliau, dan ini terhitung sebagai ancaman berat. Juga para ulama’ sebelumnya, secara sharîh (jelas) mengkategorikannya sebagai dosa besar. (lihat Al-Zawâjir juz 2, hal. 577).

b. Hukum Duniawî

Ada dua hukum duniawi terkait dengan hadits ini, yaitu:

1. Jika ada seorang lelaki yang merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang wanita itu meminta cerai dari suaminya, dan sang suami mengabulkannya, atau jika ada seorang lelaki merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang suami marah dan menceraikan istrinya, lalu sang lelaki yang merusak ini menikahi wanita tersebut, apakah pernikahannya sah?

Jumhur ulama’ berpendapat bahwa pernikahan sang lelaki perusak dengan wanita korban tindakan perusakannya adalah sah. Alasannya adalah karena wanita tersebut tidak secara eksplisit terhitung sebagai muharramât (wanita-wanita yang diharamkan baginya).

Namun, ulama’ Mâlikiyyah memiliki pendapat yang berbeda dengan Jumhur. Mereka berpendapat bahwa pernikahan yang terjadi antara seorang lelaki perusak dengan wanita yang pernah menjadi korban tindakan perusakannya harus dibatalkan, baik sebelum terjadi akan nikah di antara keduanya atau sudah terjadi. Alasan Mâlikiyyah dalam hal ini adalah:

i. Demi menerapkan hadîts yang menjadi kajian kita kali ini.

ii. Agar tidak menjadi preseden buruk bagi munculnya kasus-kasus lain yang serupa, demi menjaga keutuhan rumah tangga kaum muslimin.

iii. Hal ini terhitung dalam kategori kaidah fiqih: man ta’ajjala syai-an qabla awânihi ‘ûqiba bihirmânihi (siapa yang terburu-buru mendapatkan sesuatu sebelum saatnya, maka ia dihukum dengan tidak diperkenankan mendapatkan sesuatu itu). Kaidah ini pada asalnya berlaku bagi seseorang yang melamar dengan kata-kata sharîh seorang wanita yang masih dalam masa iddah (tunggu) pasca kematian suaminya. (Q.S. Al-Baqarah: 235). Logikanya, jika melamar dengan kata-kata sharîh terhadap seorang wanita yang masih dalam masa iddah karena kematian suaminya saja tidak dibenarkan, padahal dalam hal ini tidak ada aspek perusakan yang berakibat terciptanya perceraian wanita itu dari suaminya (karena memang suaminya telah meninggal), maka, jika ada seseorang yang merusak seorang wanita yang masih bersuami, sehingga tercipta perceraian wanita itu dari suaminya, hukumnya tentunya lebih berat daripada yang dimaksud dalam kaidah fiqih ini. Untuk itulah, jika akan terjadi pernikahan antara sang lelaki perusak hubungan dengan wanita “korban” tindakan perusakannya, maka, hal ini harus dicegah, dan jika sudah kadung terjadi pernikahan di antara keduanya, maka, pernikahan itu harus dibatalkan.

Yang lebih menarik lagi dari pendapat Mâlikiyyah ini adalah: ada sebagian dari ulama’ Mâlikiyyah yang berpendapat bahwa wanita “korban” tindakan perusakan seorang lelaki, menjadi haram selamanya bagi sang lelaki perusak tersebut.

Perbedaan pendapat ini kami sebutkan di sini sebagai peringatan keras bagi siapa saja agar tidak melakukan perbuatan seperti ini, walaupun, secara hukum fiqih, pendapat Jumhur lebih kuat, akan tetapi, pendapat Mâlikiyyah, perlu kita jadikan sebagai cambuk peringatan.

2. Jika ada seseorang yang melakukan perbuatan terlarang ini, adakah ia perlu mendapatkan hukuman di dunia?

Para ulama’ berpendapat bahwa perbuatan terlarang seperti ini, jika ada yang melakukan, maka hakim berwewenang menjatuhkan ta’zîr (hukuman yang ketentuannya ditetapkan oleh hakim atau penguasa) dengan syarat tidak melebihi bobot 40 cambukan.

Di antara mereka ada yang berpendapat, hukumannya adalah kurungan penjara sampai ia menyatakan tobat atau meninggal dunia (sebagian penganut Mazhab Hanafî)

Di antara mereka ada yang berpendapat, cukup diberi cambukan keras saja, dipublikasikan perbuatannya, agar orang waspada darinya dan agar orang lain mengambil ibrah (sebagian penganut madzhab Hanbalî).

Catatan Lain

Ada satu hal yang menarik untuk dicatat di sini, yaitu tentang sikap para ulama’ saat menyebutkan hadîts ini.

Sebagian mereka mencantumkan hadîts yang sedang kita kaji ini dalam bab “orang yang merusak hubungan suami istri”, tanpa embel-embel ancaman dalam kalimat babnya. Seperti yang dilakukan oleh Imam Al-Nasâ-î dan Al-Bazzâr.

Akan tetapi, ada sebagian dari mereka yang mencantumkan hadîts yang sedang kita kaji ini dalam bab yang mengandung kalimat ancaman, seperti: al-zajr (penjelasan untuk membuat jera), al-tasydîd (peringatan keras), sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Ibn Hibbân dan Imam Al-Baihaqî.

Yang menarik adalah ada sebagian ulama’ yang mengkategorikan hadîts ini ke dalam bab makar dan tipu daya, sebagaimana yang dilakukan oleh kitab kanz al-’Ummâl.

Semoga kita semua terhindar dari perbuatan yang sangat tercela ini, amin.
 
Di share;
dari >Author:Musyaffa Ahmad Rohim, Lc

Semoga bermanfaat.

Seni kreasi










# Mau Tahu Akhlak Sebenarnya seseorang? Tanyalah Istrinya Atau ajaklah ia bersafar

Tak jarang kita mendengar seseorang sangat care dengan teman kantor atau baik pergaulannya dengan sahabatnya, akan tetapi ia bisa saja jelek pergaulan bahkan kejam dengan istrinya. Perlu diketahui bahwa bagaimana akhlak laki-laki dengan istrinya itu adalah akhlaknya sebenarnya. Jadi jika ingin mencari testimoni akhlak seseorang tanyalah kepada istrinya. Kemudian cara lainnya yaitu dengan mengajaknya bersafar atau bertanya kepada teman yang sering bersafar dengannya.



Akhlak laki-laki sesungguhnya adalah akhlak dengan istri di rumahnya

Akhlak dirumah dan keluarga menjadi barometer karena seseorang bergaul lebih banyak di rumahnya, bisa jadi orang lain melihat bagus akhlaknya karena hanya bergaul sebentar. Khusus bagi suami yang punya “kekuasaan” atas istri dalam rumah tangga, terkadang ia bisa berbuat semena-mena dengan istri dan keluarganya karena punya kemampuan untuk melampiaskan akhlak jeleknya dan hal ini jarang diketahui oleh orang banyak. Sebaliknya jika di luar rumah mungkin ia tidak punya tidak punya kemampuan melampiaskan akhlak jeleknya baik karena statusnya yang rendah (misalnya ia hanya jadi karyawan rendahan) atau takut dikomentari oleh orang lain.

Wanita adalah mahkluk yang lemah di hadapan laki-laki, jika seseorang bisa mengusai dirinya dalam bermuamalah dengan orang yang lemah maka itu penampakan akhlaknya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh syaikh Al-Mubarakfuriy,

لأن كمال الإيمان يوجب حسن الخلق والإحسان إلى كافة الانسان (وخياركم خياركم لنسائه) لأنهن محل الرحمة لضعفهن

“Karena kesempurnaan iman akan mengantarkan kepada kebaikan akhlak dan berbuat baik kepada seluruh manusia. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, karena mereka para wanita adalah tempat meletakkan kasih sayang disebabkan kelemahan mereka.”[1]



Hal ini sesuai dengan bimbingan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”[2]



خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.”[3]



Muhammad bin Ali Asy-Syaukanirahimahullah menjelaskan hadits,

في ذلك تنبيه على أعلى الناس رتبة في الخير وأحقهم بالاتصاف به هو من كان خير الناس لأهله، فإن الأهل هم الأحقاء بالبشر وحسن الخلق والإحسان وجلب النفع ودفع الضر، فإذا كان الرجل كذلك فهو خير الناس وإن كان على العكس من ذلك فهو في الجانب الآخر من الشر، وكثيرا ما يقع الناس في هذه الورطة، فترى الرجل إذا لقي أهله كان أسوأ الناس أخلاقا وأشجعهم نفسا وأقلهم خيرا، وإذا لقي غير الأهل من الأجانب لانت عريكته وانبسطت أخلاقه وجادت نفسه وكثر خيره، ولا شك أن من كان كذلك فهو محروم التوفيق زائغ عن سواء الطريق، نسأل الله السلامة

“Pada hadits ini terdapat peringatan bahwa orang yang pailng tinggi kebaikannya tertinggi dan yang paling berhak untuk disifati dengan kebaikan adalah orang yang terbaik bagi istrinya. Karena istri adalah orang yang berhak untuk mendapatkan perlakuan mulia, akhlak yang baik, perbuatan baik, pemberian manfaat dan penolakanmudharat. Jika seorang lelaki bersikap demikian maka dia adalah orang yang terbaik, namun jika keadaannya adalah sebaliknya maka dia telah berada di sisi yang lain yaitu sisi keburukan.
Banyak orang yang terjatuh dalam kesalahan ini, engkau melihat seorang pria jika bertemu dengan istrinya maka ia adalah orang yang terburuk akhlaknya, paling pelit, dan yang paling sedikit kebaikannya. Namun jika ia bertemu dengan orang lain, maka ia akan bersikap lemah lembut, berakhlak mulia, hilang rasa pelitnya, dan banyak kebaikan yang dilakukannya. Tidak diragukan lagi barangsiapa yang demikian kondisinya maka ia telah terhalang dari taufik (petunjuk) Allah dan telah menyimpang dari jalan yang lurus. Kita memohon keselamatan kepada Allah.”[4]



Bagaimana kalau ia belum punya istri?

Ajaklah ia bersafar/berpergian atau tanyalah kepada teman yang pernah bersafar denganya. Ini juga salah satu cara agar mengetahui hakikat akhlak seseorang.

Syaikh Muhammad bin shalih Al-Ustaimin berkata,

وسمي سفرا لأنه من الإسفار وهو الخروج والظهور كما يقال أسفر الصبح إذا ظهر وبان وقيل في المعنى سمي السفر سفرا لأنه يسفر عن أخلاق الرجال يعني يبين ويوضح أحوالهم فكم من إنسان لا تعرفه ولا تعرف سيرته إلا إذا سافرت معه وعندئذ تعرف أخلاقه وسيرته وإيثاره

“Diistilahkan safran [سَفْرًا l] karena diambil dari makna al-isfar [الْإِسْفَارُ ] yaitu: keluar dan terang, nyata. sebagaimana dikatakandalam ungkapan [أَسْفَرَ الصُّبْحُ] yaitu bersinar atau bercahaya. Secara makna disebut as-safaru–safran karena “membuka perihal akhlak seseorang.” Maksudnya, menjadikan jelas dan nyata keadaannya. Berapa banyak orang yang belum terkuak jati dirinya, bisa terungkap setelah melakukan safar/bepergianbersamanya. Ketika dalam safar itulah engkau mengetahui akhlak,perangai dan wataknya.”[5]



Ibnu Qudamah Al-Maqdisi berkata,

وإنما سمى السفر سفراً، أنه يسفر عن الأخلاق . وفى الجملة فالنفس فى الوطن لا تظهر خبائث أخلاقهم لاستئناسها بما يوافق طبعها من المألوفات المعهودة، فإذا حملت وعثاء السفر، وصرفت عن مألوفاتها المعتادة، ولامتحنت بمشاق الغربة، انكشفت غوائلها، ووقع الوقوف على عيوبها

“Disebut as-safaru–safran karena “membuka perihal akhlak seseorang. Pada umumnya, seseorang yang tinggal di daerah asalnya tidak menampakkan kejelekan akhlaknya karena ia terbiasa dengan apa yang seseuai dengan tabiatnya yang biasa ia hadapi. Jika ia melakukan safar, maka tidak tidak biasa lagi dengan keadaan dan kebiasaannya. Ia akan diuji dengan kesusahan safar yang berat dan tersingkaplah kejelekan dan diketahui aib-aibnya.”[6]



Dalam suatu riwayat mengenai Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu,

كان عمر رضي الله عنه إذا زكى رجل شخصا عنده قال له هل سافرت معه هل عاملته إن قال نعم قبل ذلك وإن قال لا فقال لا علم لك به

“Umar bin Al-Khatthab radhiallahu ‘anhu ada seseorang yang merekomendasikan temannya, beliau bertanya, “Apakah engkau pernah melakukan safar bersamanya? Apakah engkau telah bergaul dengannya?” jika jawabannya “Ya.” maka Umar pun menerimanya. Jika jawabannya “Belum pernah”, maka Umar akan mengatakan, “Engkau belum mengetahui hakikat senyatanya tentang orang itu.”[7]



Sahabat sejati adalah sahabat di saat kesulitan dan kesusahan

Salah satu tolak ukurnya dengan safar karena safar identik dengan kesulitan dan kesusahan. Disaat senang dan tenang semua bisa jadi teman akan tetapi di saat sulit dan susah tidak semua bisa jadi teman yang baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ، فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ مِنْ سَفَرِهِ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ

“Bepergian itu bagian dari azab. Seseorang akan terhalang (terganggu) makan, minum, dan tidurnya. Maka, bila seseorang telah menunaikan maksud safarnya, hendaklah ia menyegerakan diri kembali kepada keluarganya.”[8]

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi berkata,

ومن كان في السفر آذى هو مظنة الضجر حِسنَ الخلق، كان في الحضر أحسن خلقاً .وقد قيل : إذا أثنى على الرجل معاملوه بى الحضر ورفقاؤه في السفر فلا تشكوا في صلاحه .

“Barangsiapa yang ketika bersafar mengalami kesusahan dan keletihan ia tetap berakhlak yang baik, maka ketika tidak bersafar ia akan beraklak lebh baik lagi. Sehingga dikatakan, jika seseorang dipuji muamalahnya ketika tidak bersafar dan dipuji muamalahnya oleh para teman safarnya,maka janganlah engkau meragukan kebaikannya.”[9]



Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.



Penyusun: Raehanul Bahraen





Kata Dan Renungan

*Lelaki Langit itu Telah Kembali*

By : Hendra Suryakusumah

Ketiba aku kebangun, jarum jam menunjukan waktu pukul 2.34 pagi. Nyatanya kantung kemihku penuh. Setengah mengantuk aku bergegas ke kamar kecil, menerobos masuk seraya menggigil.

Enam detik kemudian aku terpaku heran. Sudah ada ibu berdiri depan. Kenapa ibu ada di sini? Bukankah almarhumah sudah lama meninggalkan kami. Rasa kantung kemih mendadak hilang ditelan bumi. Seorang lelaki yang tak kukenal berdiri di samping ibu. Badannya kurus, wajahnya tirus.

“Mas Bagus, ibu njaluk tulung.
(Ibu minta tolong). Kalau umrah titip ini,” ujar ibu dengan logat Jawa-nya yang kental sambil menunjuk lelaki di sampingnya.

“Nggih Bu. Tapi nyuwun sewu, iki sopo toh?”(iya bu.tapi maaf ini siapa) tanyaku heran. Ibu tak menjawab.

Lelaki itu kupandang kemudian.

IMRUL. Aku melihat itu di atas saku kemejanya. Di bawahnya lalu berderet angka. Jelas sekali semuanya terbaca.

Ketiba aku terbangun dan mengerjapkan mata.

“Mas Bagus mimpi lagi ya?” ujar istriku lembut sambil membelai kepalaku.

Jantungku berdegup keras.

“Ini sudah tiga kali mimpinya sama,” ujarku sambil bergegas pergi ke kamar kecil. Jarum jam 4.34 pagi. Adzan Subuh berkumandang.

***

Sopirku Pak Sanusi, mendengus pelan di belakang kemudi. Jakarta padat merayap malam hari ini. Duduk di kursi belakang, aku sibuk dengan MacBook Pro menyelesaikan laporan audit tahunan yang hampir jatuh tempo. Saat Pak Sanusi meliukkan Toyota Camry, aku jadi teringat pada mimpi.

Almarhumah ibu dan Ielaki yang tak pernah aku jumpa. Kemeja bertuliskan Imrul, dan deretan angka.

Mungkinkah deretan angka itu nomor handphone? Apakah lelaki itu namanya Imrul?

Suara nada tunggu digantikan ucapan salam terdengar dari seberang sana. Suara perempuan.

“Apa saya bisa berbicara dengan Pak Imrul?” tanyaku sedikit ragu.

Hening tak ada jawaban sampai beberapa menit kemudian.

“Assalamu’alaikum. Iya ini dengan Imrul,” suara lelaki sopan.

Deugh !! Ini pasti cuma kebetulan. Dan jantungku berdegup keras.

Tak ingin berlama-lama di telepon, malam itu aku menyambangi rumah Imrul, lelaki kurus berwajah tirus. Usianya sekitaran tiga-puluh plus-minus.

Kami lesehan di atas lantai semen yang sebagiannya retak, di ruang tamu sebuah rumah petak.

“Panggilnya Mas Imrul saja,” ujarnya sopan. Aku tersenyum bercampur heran. Dari wajahnya, memang dialah lelaki yang ada dalam mimpiku.

“Kalau boleh tahu, Bapak dapat nomor telepon ini dari mana?”

Dan berceritalah aku tentang mimpi aneh yang berulang tiga kali itu. Mas Imrul diam. Wajahnya makin tirus mirip kucing restoran berharap makanan.

“Apa sampeyan pernah bertemu almarhumah ibu saya?” tanyaku sambil menyodorkan foto almarhumah di Instragram-ku. Tak perlu waktu lama buatnya untuk berkata tidak. Aku menggaruk kepala.

“Mas, kalau bukan karena almarhumah ibu, saya tidak akan pedulikan mimpi itu,” ujarku pelan sambil memegang pundaknya. “Saya ingin mengajak Mas Imrul pergi umrah.”

“Tapi saya ini mantan napi Pak. Belum sebulan bebas,” ujar Mas Imrul ragu. Sepertinya dia tidak percaya dengan ucapanku.

Bulu tengkuk di leherku berdesir aneh.

***

“Sampeyan dulu kenapa masuk penjara?” tanyaku, duduk di samping Mas Imrul yang sedang terpesona. Seumur hidupnya dia baru pertama kali naik pesawat sebesar ini. Perjalanan sembilan jam di kelas bisnis Jakarta - Jeddah, mubazir rasanya kalau tidak mencari tahu tentang dia. Lelaki biasa, mantan narapidana.

“Sebelum masuk bui, kerja saya satpam. Belum setahun, kantor yang dijaga kerampokan. Teman sesama satpam, ternyata berkomplot. Dua hari sesudah kejadian, semua pelakunya diringkus polisi. Di pengadilan, teman itu berbohong kalau saya ikut terlibat. Padahal, waktu kejadian malam itu saya diikat di toilet. Hakim lebih percaya dia, akhirnya saya dipenjara. Vonisnya dua tahun,” ujar Mas Imrul.

Aku menghela nafas.

“Sebenarnya, yang bikin saya sedih bukan itu Pak,” sambung Mas Imrul. Air matanya sedikit meleleh.

“Lalu apa Mas?” tanyaku penasaran.

“Saya gundah dan khawatir. Kalau saya di penjara, siapa nanti yang merawat ibu. Saya anak satu-satunya. Apalagi ibu sudah lama lumpuh dan tak bisa melihat. Tiap hari saya menyuapi dan memandikannya. Biar gaji kecil, tiap bulan saya selalu cukupkan membeli susu. Biar ibu tetap sehat.” Kali ini bulir air matanya mulai berjatuhan.

Duh Gusti Allah, ternyata aku jauh dibanding Mas Imrul. Waktu almarhumah ibu dirawat di rumah sakit menjelang wafatnya, aku malah sibuk persiapan rapat pemegang saham perusahaan. Astaghfirullah.

“Terus siapa yang mengurus ibunya Mas Imrul?” tanyaku sembari mengelap mata. Tak terasa aku ikutan menangis juga.

“Saya minta tolong Mbak Yuni, saudara jauh dari kampung. Itu lho, perempuan yang terima telepon Pak Bagus tempo hari. Kebetulan saya masih ada sedikit tabungan, jadi semua uangnya dipakai buat mengurus ibu selama saya di penjara. Dia yang mengurus ibu semenjak itu. Saya minta dia datang tiap hari ke penjara, menceritakan kondisi ibu. Kalau Mbak Yuni datang dan cerita, lega rasanya. Hati selalu was-was kalau Mbak Yuni datangnya telat, khawatir ada apa-apa.”

Aku cuma menunduk. Malu pada lelaki di sampingku.Jabatanku mentereng, gaji ratusan juta tak bisa dibandingkan dengan ketulusan Mas Imrul dalam merawat ibunya. Gusti Allah, apa yang Engkau mau dari pertemuan aku dengan lelaki sholeh ini? Biar aku sadar kesalahanku? Bukankah percuma karena almarhumah sudah tiada?

“Baru enam bulan di penjara, Mbak Yuni kapan itu gak datang dua hari Pak,” Mas Imrul melanjutkan ceritanya. “Saya was-was. Ternyata Ibu saya meninggal dunia Pak. Sedihnya lagi, Pak sipir penjara nggak ngebolehin saya keluar sebentar buat nyekar ke makam. Saya cuma bisa nangis di penjara Pak. Mohon ampun sama Allah.”

Air mataku menderas. Duh Gusti Allah, cobaan hidup lelaki ini ternyata berat. Aku belum tentu kuat menjalaninya.

“Mas Imrul kan vonisnya dua tahun. Kenapa bisa bebas lebih cepat?” tanyaku sambil menyeka air mata.

“Oh, kalau itu karena kasus saya diperiksa kembali sama polisi dan pengadilan Pak,” ujarnya sambil ragu mengambil kain hangat yang disodorkan awak kabin.

“Setelah sidangnya diulang, terbukti saya memang tidak bersalah. Teman yang berkomplot itu akhirnya berterus terang,” ujar Mas Imrul pelan. “Sebetulnya saya sudah memaafkan teman itu. Sejak pertama kali difitnah.”

“Sejak pertama kali sudah memaafkan?” tanyaku tambah heran.

“Iya Pak Bagus. Kalau ada orang memfitnah, buat saya cuma dua. Kalau fitnah itu benar, maka saya mohon ampun sama Allah. Tapi kalau fitnah itu salah, maka saya maafkan dan mohon ampunkan dia dari kemurkaan Allah,” ujarnya datar.

Deugh !! Aku langsung teringat fitnah yang menimpaku setahun lalu. Aku dituduh memanipulasi laporan pajak perusahaan. Si penuduh berhasil aku sikat habis di pengadilan. Aku beruntung dapat pengacara yang handal, tapi sekarang aku menyesal. Mengapa sepertinya kata maaf tidak pernah ada dalam kamus hidupku selama ini.

Ternyata lelaki ini bukan orang biasa. Mas Imrul, seorang satpam mantan narapidana, tidak terkenal di bumi, tapi terkenal di langit. Inilah lelaki langit yang semua malaikat pencatat kebaikan pasti mengenalnya.

***

Tiga hari di Mekkah kami menginap di Royal Clock Tower. Aku dan Mas Imrul menghabiskan seluruh hari penuh dengan ibadah. Tak cuma itu. Ada yang spesial di umrah kali ini, dan itu semua karena Mas Imrul. Aku biasa telat sholat fardhu, lalu sholat berjamaahnya cuma di dekat hotel. Tapi tidak saat bersama Mas Imrul. Kami selalu berada di shaf depan, melihat langsung Ka’bah. Aku belum pernah mencium hajar aswad padahal umrah berkali-kali, tapi tidak saat bersama Mas Imrul. Badannya yang kurus justru berhasil membawaku mencium batu hitam itu berkali-kali sepuasnya. Kami juga sholat di hijir Ismail dan lama berdo’a di Multazam, antara hajar aswad dan pintu Ka’bah. Semuanya lancar tanpa halangan.

Mas Imrul terlihat sangat menikmati perjalanan umrah ini. Dalam benakku, kalau pulang nanti dia akan aku pekerjakan sebagai satpam di rumahku.

Hari keempat kami berangkat ke Masjid Nabawi, Madinah Al-Mukaromah. Dalam bis VIP Mas Imrul lebih banyak diam dan berdzikir.

“Kalau saya perhatikan, Mas Imrul tak pernah kelihatan susah,” ujarku sambil memiringkan sedikit badan ke arahnya.

“Allah yang membolak-balikkan hati Pak,” ujarnya datar. “Maka mintalah itu pada-Nya. Kalau kita menjaga Allah, kita pun dijaga-Nya.”

“Maksudnya menjaga Allah itu gimana Mas?”

“Jaga Allah dengan menyempurnakan hari,” ujar Mas Imrul serius.

“Maksudnya bagaimana Mas?”

“Hari yang sempurna itu diawali *Bangun malam.
*Sholat tahajjud dan witir. Minimal dua plus satu.
*Lalu Dhuha minimal dua rakaat.
*Kemudian sholat rawatib yang jumlahnya dua-belas raka’at. *Utamanya sholat sunnah fajar sebelum subuh.
*Selalu sholat wajib berjama’ah di masjid.
*Membaca Al-Qur’an minimal satu juz setiap hari.
*Senin-Kamis puasa sunnah.
Itulah hari yang sempurna.”

Aku hanya terpana. Mobil camry dan rumah mewah hasil jerih payahku, jadi seperti harta tak bermakna.

Sampai di Madinah, setelah sholat ashar di masjid Nabawi, kami berdesakan menuju Rawdah. Area khusus dengan karpet hijau itu memang jadi rebutan para jama’ah. Kami menunggu giliran dengan sabar, berdiri di belakang pembatas putih. Ketika petugas masjid membuka-nya, serentak setengah berlari kami menuju pojok paling dekat dengan tembok di sebaliknya makam Rasulullah ?

“Mas, ayo cepat sholat di sini. Perbanyak istighfar, shalawat dan do’a. Ini salah tempat paling mustajab buat berdo’a,” ujarku sambil bersiap-siap sholat. Di sampingku Mas Imrul dengan khusyu’ mendirikan sholat sunnah. Selesai sholat, aku duduk berdo’a di sampingnya yang masih berlama-lama sujud. Area rawdah sudah sesak dipenuhi jama’ah.

Tak sampai sepuluh menit kemudian, muncul petugas masjid menyuruh kami segera pergi. Waktu sudah habis. Sekarang giliran jama’ah lainnya yang sudah menunggu di balik pembatas putih. Aku melihat Mas Imrul masih sujud. Petugas masjid menepuk pundak-ku, menyuruh kami segera pergi. Entah do’a apa yang dipanjatkan Mas Imrul, mengapa begitu lama.

Aku mengguncang halus punggungnya. Badannya terguling lemah. Mas Imrul sudah tiada. Wajah tirusnya tersenyum damai. Dia meninggal dalam keadaan terbaiknya. Husnul khotimah saat sujud di Rawdah, taman surga. Badanku lemas. Jantungku berdegup kencang. Lelaki langit telah kembali pada Rabb-nya.

***

Aku duduk sendiri di kelas bisnis. Penerbangan Jeddah - Jakarta terasa lengang. Baru saja aku terlelap di kursi, suara awak kabin membangunkan para penumpang untuk makan malam, enam detik kemudian aku terduduk diam. Kenapa ibu yang membangunkanku? Ibu kan sudah meninggal.

“Mas Bagus, matur nuwun sanget,” ujar ibu dengan logat Jawa-nya yang kental dan senyum khasnya........

_*Semoga menginspirasi*_..




 
Copyright Blog,lathifatun qalbiah 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .