ALLAH YANG MAHA MENGGENGAM JIWA-JIWA KITA
================================
Allah yang Maha Menggenggam jiwa-jiwa kita, Allah yang Maha Melindungi
kita. Segala puji hanya milik Allah yang setiap detik, menit, jam,
segala yang terjadi dalam kehidupan manusia tidak keluar dan di luar
dari kehendak Allah.
Keterbatasan manusia sebagai jiwa yang
tidak berdaya bila tanpa kasih sayang Allah, bersifat keluh kesah lagi
kikir, bersifat tergesa-gesa, pengingkar yang nyata (terhadap rahmat
Allah, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata telah mengerdilkan
pemahaman dari mengartikan bencana. Banyak di antara kita ketika ditimpa
kemalangan maka langsung berpikir bahwa hal itu adalah bencana. Dalam
bahasa Indonesia, kata ini bersinonim dengan musibah, berantonim dengan
anugerah atau kebahagiaan. Namun, Allah berfirman dalam surat Al Hadid:
22 yang artinya “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak
pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh
Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu
adalah mudah bagi Allah”. Wajar, bila saat ini banyak ditemui sosok
manusia yang ‘kocar kacir’ mencari solusi ketika dihadapkan dengan ujian
sebagai tanda kasih dari Allah
Tidak demikian bagi orang yang
bertaqwa kepada Allah, yang ‘menyandarkan’ hidup dan matinya hanya untuk
beribadah kepada Allah, memahami bahwa bencana atau musibah tidak
sekadar sesuatu yang buruk yang menimpa manusia melainkan segala sesuatu
yang terjadi pada diri manusia, susah dan senangnya adalah terjadi
dengan persetujuan Allah. Kebimbangan luar biasa ketika dalam alur
kehidupannya tidak pernah menyertai Allah sebagai Rabb-nya, tidak pernah
menyertai Allah sebagai Malik-nya. Orang beriman akan merasakan sama
saja antara sedih atau senang yang menimpa dirinya, karena semua
berlandaskan kasih sayang Allah. Itulah keyakinan total kepada Allah.
Memahami bahwa segala yang terjadi pada dirinya adalah sebagai
pembuktian kepada Allah, siapakah yang benar dan yang berdusta, “Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
“Kami Telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya
kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya
Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui
orang-orang yang dusta.” (QS. al Ankabut: 2-3)
Ketika terjadi
segala sesuatu pada diri kita, segeralah mengingat mengenali Allah.
Surga dunia adalah ketika diri kita dan Allah sudah tidak ada sekat
lagi.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang
Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan
permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka
hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka
beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al
Baqarah: 186)
Semoga Allah senantiasa melindungi kita dengan
hidayah-Nya, semoga Allah senantiasa menjaga kita dengan kasih
sayang-Nya. Wahai Zat yang Maha Membolak balikkan hati, tetapkanlah
hatiku pada aturan ketaatan atas syariat-Mu. Aamiin.
★Semoga bermanfaat★
Label:
Serba-serbi Islami.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar